Senin, 15 Jun 2026 06:10 WIB

Banyuwangi Ethno Carnival Berikan Suasana Baru Kemegahan Karnaval

  • Penulis :
  • | Jumat, 27 Jul 2018 17:18 WIB
Salah satu peserta Banyuwangi Ethno Carnival/Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.
Salah satu peserta Banyuwangi Ethno Carnival/Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.

jatimnow.com - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) akan digelar pada Minggu (29/7/2018) esok. Tahun ini, BEC akan memberikan suasana baru bagi penonton.

Mulai dari tema busana yang lebih beragam hingga konsep karnaval baru yang akan diperkenalkan. Selain itu, penampil BEC juga akan dihiasi peserta manca negara.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Parade fesyen etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tersebut akan digelar pukul 12.00 WIB dengan titik start dari areal Taman Blambangan, Jalan Veteran. BEC yang telah ditetapkan sebagai ”Top 10 Calendar of Event 2018” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini akan tampil lebih atraktif dibanding sebelumnya.

"BEC salah satu atraksi wisata budaya daerah yang dibalut dalam kemegahan karnaval modern. Tahun ke-delapan ini kami kemas lebih atraktif dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (27/7/2018).

Tahun ini, BEC mengangkat tema “Puter Kayun", tradisi para leluhur warga Boyolangu Banyuwangi menaiki delman hias menuju Pantai Watu Dodol untuk menggelar selamatan pada hari kesepuluh bulan Syawal.

"Tema besar Puter Kayun ini lalu dipecah menjadi 10 sub tema yang dituangkan dalam 120 busana etnik. Setiap sub tema akan dibuatkan satu panggung khusus di sepanjang rute. Jadi, penonton bisa mengeksplorasi setiap sub tema yang ditampilkan, bisa menjelajah satu panggung ke panggung lainnya," jelas Anas.

Kemeriahan parade busana etnik kontemporer ini diwarnai penampilan istimewa. Sebanyak 35 wisatawan asing akan menjadi penampil BEC tahun ini. Mereka ada yang berasal dari Jerman, Australia, Kolombia, Turkmenistan, Rusia, Palestina, Tajikistan, Rwanda, Uganda dan Hungaria.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, pihaknya membuka kesempatan bagi wisatawan asing yang ingin merasakan pengalaman tampil di ajang BEC lewat media sosial. Kesempatan ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat baik.

"Ada ratusan wisman yang mendaftar, tidak hanya mereka yang sedang berwisata di Banyuwangi tapi juga di daerah lain seperti Bali dan Surabaya. Lalu kami pilih 35 orang. Mereka akan mengenakan beragam busana khas Banyuwangi," jelas Bramuda.

Salah satu yang terpilih adalah Anne Reina asal Jerman. Anne mengetahui informasi pagelaran BEC dari grup facebook Backpacking Indonesia. Anne yang sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia bersama sang suami sangat bersemangat ikut terlibat dalam even ini.

“Beruntungnya kami terpilih ikut di event ini. Apalagi kami sangat suka menikmati seni dan budaya lokal dari tempat-tempat yang kami datangi. Ini jadi pengalaman buat kami bisa dilibatkan di event budaya ini,” kata Anne.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

BEC juga dipastikan makin seru dengan penampilan 100 penari gandrung, sendra tari, dan puluhan musisi Banyuwangi yang terkenal dengan lagu berbahasa Osing.

 Para peserta di BEC akan menempuh rute sepanjang 2 KM. Dimulai dari titik start di Taman Blambangan melewati Jalan Susuit Tubun menuju ke Jl. PB Sudirman. Sampai di Simpang Lima peserta lanjut ke Barat menuju titik finish Stadion Diponegoro di Jl. Jaksa Agung Suprapto.

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.