Minggu, 14 Jun 2026 10:58 WIB

Desa Ini Terancam Dikepung Banjir Akibat Proyek Tanggul Belum Selesai

Tanggul semi permanen yang berada di sepanjang aliran sungai yang melewati Desa Tempuran, Sooko.(Foto: Roma for jatimnow.com)
Tanggul semi permanen yang berada di sepanjang aliran sungai yang melewati Desa Tempuran, Sooko.(Foto: Roma for jatimnow.com)

jatimnow.com - Proyek tanggul pengendalian banjir dengan anggaran nilai pagu sekitar Rp96 miliar dan nilai kontrak Rp79 miliar oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas belum rampung. Hal itu kemungkinan besar mengancam Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kembali mengalami banjir.

Pengendalian banjir yang melewati dua wilayah, yakni Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, berupa penguatan tanggul beton di aliran sungai yakni Avour Watudakon, Sungai Balongkrai.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Sedangkan di sungai Avour Jombok (Kabupaten Jombang) masih berupa tanggul semi permanen dari gundukan tanah untuk penahan air sementara. BBWS Brantas juga tengah mempersiapkan rumah pompa untuk pengendalian banjir yang terletak di samping aliran sungai Avour Jombok.

"Kalau progres kami keseluruhannya pekerjaan sudah mencapai 65,16 persen. Pengerjaannya mulai dari penguatan tebing beton, normalisasi serta pembangunan pompa secara komulatif itu. Kalau pompa saja masih kecil, masih galian," kata Petugas PPK dan Pantai 1 BBWS Brantas Rizal Arifuddin, Rabu (5/10/2022).

Ia menambahkan, pompa banjir dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik yang fungsinya memompa air dari luar tanggul dan jalan yang lebih rendah dari jalan akan dipasang di jembatan yang menghubungkan dua desa di dua kabupaten.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Progres rumah pompa sudah pembebasan lahan, iya kini dalam proses pembayaran," ungkap Rizal.

Sementara itu, Kepala Desa Tempuran Slamet menjelaskan, pembebasan lahan untuk rumah pompa kurang lebih sekitar 25 meter. Pembangunan tanggul beton akan sedikit mengurangi potensi banjir.

"Pembebasan lahan sudah sekarang proses pencairan untuk yang dipakai itu luasnya sekitar 6 meter x 10 meter dipakai jalan dan bangunan rumah pompa. Semuanya sudah di tanggul beton dari Watudakon ke arah Tempuran dan Sungai Balongkrai menuju Dusun Bekucuk masih ada pengerjaan di samping jembatan punden," jelasnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Slamet, ancaman banjir tahun ini relatif berkurang lantaran adanya pembetonan tanggul. Namun ia khawatir aliran Sungai Avour Jombok yang belum di tanggul beton dapat meluap saat hujan deras sehingga membanjiri permukiman warga di Dusun Bekucuk/ Desa Tempuran.

"Dampak tanggul beton banjir berkurang. Namun kami yang khawatir sungai sebelah rumah pompa itu (Avour Jombok) ke Barat belum di tanggul beton. Karena itu saya mengajukan bantuan lagi tahun depan untuk penguatan tanggul," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.