Jumat, 19 Jun 2026 09:36 WIB

Petani Tembakau Terancam Gagal Panen Akibat Lahan Tanamnya Terendam Bajir

Petani tembakau di Tulungagung memanen dini tanamannya.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Petani tembakau di Tulungagung memanen dini tanamannya.(Foto: Bramanta Pamungkas)

jatimnow.com - Ribuan hektare tanaman tembakau di Kabupaten Tulungagung terancam gagal panen atau puso. Intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir membuat tanaman tersebut tergenang banjir. Padahal tembakau sangat sensitif dengan banjir sehingga rawan mengalami kerusakan. Meskipun belum memasuki usia panen, para petani memilih memanen secara dini. Langkah ini dilakukan agar mereka tidak mengalami banyak kerugian akibat tanamanmya tergenang banjir.

Pudji (52), petani di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu mengatakan, banjir mulai terjadi sejak Senin lalu. Tanaman tembakau miliknya seharusnya dipanen dua minggu lagi. Namun karena tergenang banjir, Pudji terpaksa melakukan panen dini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jika tembakau tergenang lebih dari 3 hari, petani akan mengalami kerugian lebih banyak. Hal ini disebabkan kualitas tembakau yang kurang baik dan bobotnya menyusut.

"Sebelum banjir sudah ditawar Rp650 ribu per kuintal. Kini setelah banjir harganya turun menjadi Rp500 ribu per kuintal, " ujarnya, Selasa (04/10/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tulungagung Gatot Rahayu menerangkan, total luasan tanaman tembakau yang terdampak banjir mencapai 1.226 hektare. Area tanam tersebar di 20 desa dari 4 kecamatan. Daerah terparah tanaman tembakau yang tergenang banjir terdapat di Kecamatan Campurdarat. Luasan tanaman tembakau di wilayah tersebut mencapai 500 hektare.

"Yang terendam usia tanamannya beragam, mulai 30 hari hingga memasuki masa panen," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Hingga saat ini, Dinas Pertanian masih melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman yang tergenang banjir. Pihak Dinas Pertanian mengimbau para petani untuk segera memanen tanaman tembakaunya agar tidak merugi banyak.

"Jika nanti terjadi gagal panen, kami akan memberikan bantuan berupa benih padi ke petani. Setiap hektar akan mendapatkan 25 kilogram benih padi, " pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.