Jumat, 19 Jun 2026 10:48 WIB

Suporter MU dan Polisi Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Puluhan suporter Madura United tengah melaksanakan salat gaib untuk korban tragedi. (Foto: Humas Polres Bangkalan)
Puluhan suporter Madura United tengah melaksanakan salat gaib untuk korban tragedi. (Foto: Humas Polres Bangkalan)

jatimnow.com - Puluhan suporter Madura United yang tergabung dalam K-Conk Mania berkumpul di Mapolres Bangkalan, Senin (3/10/2022). Mereka melaksanakan salat gaib bersama Polres Bangkalan atas meninggalnya suporter dalam tragedi Kanjuruhan, Malang.

Anggota K-Conk Mania Bangkalan, Yusuf mengatakan turut berduka atas meninggalnya banyak suporter di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Ungkap Biang Kekalahan dari Madura United

"Sesama suporter kami berduka atas meninggalnya mereka. Sehingga kami salat dan berdoa untuk mereka," ucapnya.

Ia berharap, kejadian tersebut dievaluasi oleh PT Liga dan PSSI. Sehingga tidak terjadi hal serupa di masa mendatang. Sebab akan berdampak buruk bagi persepakbolaan di Indonesia jika tragedi berdarah terulang kembali.

Selain itu, pihaknya pun berharap kepercayaan FIFA terhadap Indonesia tidak berubah. Khususnya soal pertandingan Piala Dunia U20 di Indonesia. Sehingga menjadi semangat dan motivasi majunya sepak bola di negara ini.

"Kami K-Conk Mania, suporter Madura United menyanpaikan duka yang sangat mendalam. Atas meninggalnya banyak suporter di Kanjuruhan Malang. Kami pun berharap kejadian ini diusut tuntas, " katanya.

Baca Juga: Persik Kediri Bertekad Raih Kemenangan di Kandang Madura United

Di lokasi sama, Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan salat gaib ini sengaja dilakukan suporter Madura United. Sebagai bentuk empati terhadap peristiwa di Kanjuruhan.

"Meninggalnya suporter dan anggota Polri membuat pihak kepolisian berduka. Sehingga Polres Bangkalan bersama suporter melakukan salat goib," katanya.

Pihaknya berharap keluarga korban diberikan ketabahan. Kejadian tersebut tidak diinginkan dan akan menjadi pelajaran bagi semua suporter kedepan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Kami berharap khususnya suporter di Madura, kejadian tersebut menjadi dasar instrospeksi bersama. Dari kepolisian, terdapat dua orang yang gugur dan semoga kejadian ini tidak akan terjadi lagi dimanapun," imbuhnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.