Kamis, 11 Jun 2026 07:55 WIB

Siasat Pengusaha Tahu Hadapi Harga Kedelai Naik dan Tak Stabil

Pengusaha tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pengusaha tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga kedelai yang secara cepat pada dua pekan terakhir ini, sangat berdampak pada proses produksi tahu di sentra industri tahu yang ada di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Untuk menyiasati kondisi ini, agar proses produksi tetap berjalan, para pengusaha tahu terpaksa harus mengurangi jumlah takaran kedelai dan mengurangi ukuran potongan yang dijual matang.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Tiap hari ada kenaikan sekitar Rp100, Rp200 hingga per hari ini (29/9) naik lagi Rp100, itu merek Sinta Nola Rp12.650," terang Imam Subeki pengusaha tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kamis (29/9/2022).

Dikatakan Subeki selama kurun waktu tiga tahun terakhir, tidak ada kestabilan harga kedelai di pasar. Hal ini yang membuat pelaku usaha yang menggunakan bahan baku kedelai kebingungan.

"Paling stabil dua sampai tiga bulan, terus naik turun terus naik. Harapan dari pengrajin itu kestabilan harga," bebernya.

Ia menyebut jika memang harga kedelai naik hingga sebesar Rp15.000, maka diharapkan harga itu konsisten tidak berubah-ubah.

"Katakanlah naik sampai 15 ribu rupiah, itu sampai satu tahun dua tahun, tiga tahun apa lima tahun, itu stabil. Lah kalau seperti ini pengrajin itu sulit," tukasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Sementara itu, Badri Sofi selaku penjual kedelai dan pengusaha tahu mengaku kenaikan harga kedelai ini mempengaruhi usahanya.

Ia menyebut, sejak dua pekan terakhir saat harga kedelai mencapai Rp12.400 per kilogram, kedelai yang terjual hanya mencapai satu ton saja setiap hari.

"Yang sebelumnya di harga 11 ribu rupiah per kilogram, kedelai bisa terjual di atas satu ton setiap harinya," kata Badri.

Ia menjelaskan jika kurangnya penjualan kedelai ini diakibatkan pengurangan bahan tahu dari pihak pengusaha, yang sengaja mengurangi takaran pembuatan tahu, agar tidak merugi terlalu besar.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kalau hari biasa di harga normal 11 ribu rupiah per kilogram, proses sekali takar masak kedelai 15 kilogram, dan saat ini berkurang menjadi 13 kilogram, dalam satu takaran," bebernya.

Sehingga dalam satu hari biasa, sambung Badri, pengusaha tahu menghabiskan kedelai hingga 1 kuintal. Namun sejak dua pekan terakhir, perajin tahu hanya menghabiskan kedelai sebanyak 700 hingga 750 kilogram.

"Ya akhirnya mengurangi ukuran tahu menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan operasional. karena tidak berani menaikan harga tahu di dipasaran, karena takut tidak laku," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.