Senin, 15 Jun 2026 12:22 WIB

Dijuluki Sekolah Teroris, 11 Guru Mts di Banyuwangi Mengundurkan Diri

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Jul 2018 21:31 WIB
Sekolah Al Ishlah Banyuwangi/Foto: istimewa
Sekolah Al Ishlah Banyuwangi/Foto: istimewa

jatimnow.com - Mendapat julukan sebagai 'sekolah teroris' oleh masyarakat, membuat tenaga pengajar serta karyawan sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Unggulan Al Ishlah di Banyuwangi gerah. Bahkan mereka berbondong-bondong mengundurkan diri.

Tercatat kepala sekolah, 11 guru, serta 2 karyawan di sekolah tersebut mengundurkan diri.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sekolah MTs Unggulan Al Ishlah yang berada di bilangan Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi, di cap dan diduga sebagai "sekolahan teroris".

Sebutan "sekolahan teroris" santer setelah terungkapnya pelaku bomber tiga gereja di Surabaya yang tercatat masih memiliki hubungan keluarga
dengan pemilik yayasan yang menaungi MTs Al Ishlah yakni Yayasan Al Husniyyah.

Yayasan Al Husniyyah tersebut didirikan oleh ayah dari Puji Kuswati atau istri Dita Oeprijanto, keluarga pelaku bom di tiga gereja.

Data yang dimiliki jatimnow.com, keluarga Puji Kuswati (43) yang di Banyuwangi berada di Dusun Krajan RT 3 RW 16, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Waktu itu, Rusiono kerabat keluarga Puji Kuswati yang di Banyuwangi menolak untuk memakamkan jenazah bomber tersebut, Senin (14/5/2018).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Pihak keluarga, meminta agar jenazah Puji beserta keluarganya dimakamkan di Surabaya, sesuai dengan alamatnya lantaran syok atas pemberitaan sejumlah media atas peristiwa bom di Surabaya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Yayasan Al Husniyyah, Joko, tidak menampik bahwa 1 orang kepala sekolah, 11 guru, dan 2 orang karyawan mundur dari jabatannya masing-masing sebelum memasuki tahun ajaran baru.

Pihaknya juga tidak menampik bahwa pendiri yayasan tersebut merupakan ayah dari Puji Kuswati yang memiliki 3 saudara lainnya, yakni H Husni.

"Iya semua 14 orang yang mundur, tetapi yang mengajukan surat pengunduran resmi cuma satu orang," ujarnya, Rabu (25/7/2018).

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sementara, menanggapi kabar yang beredar di masyarakat Desa Tembokrejo Muncar yang menduga dengan menyebut "sekolahan teroris" merupakan anggapan yang tidak berdasar.

"Kalau kapasitas itu kemarin juga sudah diklarifikasi tidak ada kaitan dengan kegiatan di sekolah," paparnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.