Kesaksian Warga saat Rombongan Pesilat Lakukan Penyerangan di Kabuh, Jombang
- Penulis : Elok Aprianto
- | Senin, 26 Sep 2022 20:31 WIB
Jombang - Sebelum menyerang warga, rombongan pendekar silat sempat mengumpat di depan warung milik Slamet di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Kepala Desa Kauman, Rianto menjelaskan, berdasarkan laporan dari warga maupun keluarga korban Slamet, peristiwa bermula saat rombongan pesilat melintas di wilayah itu.
Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir
Rianto mengaku jika para pesilat yang tengah berkonvoi itu dari wilayah Kabuh. Beberapa bahkan warga di sekitar desanya. Mereka hendak menonton hiburan di wilayah Kecamatan Kudu.
"Dari lokalan sini saja. Waktu berangkat ke arah Kudu, mereka melintas di depan warung Pak Slamet ini. Kemudian mengumpat-umpat tanpa alasan yang jelas, tapi tidak dihiraukan oleh korban," ungkap Rianto, Senin (26/9/2022).
Setelah melihat hiburan di wilayah Kudu, rombongan pesilat itu kembali melintas di depan warung Slamet.
"Waktu itu Pak Slamet sudah mau menutup warung, tapi pesilat ini datang dan langsung menyerang Pak Slamet, istri dan anaknya juga Hengki yang ada di situ," bebernya.
Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang
Menjadi sasaran para pesilat, Slamet berupaya melarikan diri ke lahan tembakau. Namun, 6 pesilat mengejarnya. Slamet akhirnya terjatuh di lubang tempat penyimpanan air di sawah, hingga akhirnya dihajar.
"Sementara anak korban yang perempuan itu dilempar pakai batu hingga pingsan. Istri korban dipukul pakai bambu. Yang warga satunya itu juga diserang dan dipukuli, mereka kalah jumlah," paparnya.
Rianto menjelaskan, warga yang mengetahui hal tersebut langsung berlari dan membunyikan kentongan. Sehingga warga Desa Kauman keluar rumah untuk menolong korban.
Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok
"Pendekar itu akhirnya melarikan diri setelah sejumlah warga desa berupaya mengejar mereka," tegasnya.
Akibat penyerangan itu, luka paling parah dialami Slamet. Dia menderita luka robek pada kepala kiri dan belakang serta robek pada punggung diduga akibat sabetan senjata tajam. Dan anak istrinya luka memar. Hengki, menderita luka robek pada pelipis kiri.
"Pak Slamet sempat dilarikan ke Puskesmas Tapen. Namun sekarang sudah dirujuk ke RSUD Ngimbang," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie