Senin, 22 Jun 2026 08:32 WIB

Resmikan Patung Garuda Pancasila Tak Sesuai Bentuk, Pemkab Mojokerto Dilaporkan

PA GMNI Mojokerto Raya saat berada di Mapolres Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
PA GMNI Mojokerto Raya saat berada di Mapolres Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Persatuan Alumni (PA) GMNI Mojokerto Raya melaporkan berubahnya bagian kepala pada patung Garuda Pancasila yang menghadap ke depan, saat diresmikan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Peresmian patung Garuda Pancasila itu digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Segoro Agung Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (16/9/2022) lalu.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Ketua PA GMNI Mojokerto Raya, Hafid Deni Rahmadin mengatakan, mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009, tidak boleh mengubah lambang negara.

"Jika mengacu pasal 46 di undang-undang tersebut dikatakan bahwa Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda," ujar Hafid di kantor Satreskrim Polres Mojokerto, Senin (19/9/2022).

Patung Garuda Pancasila yang dinilai tidak sesuai (Foto: Alawi for jatimnow.com)Patung Garuda Pancasila yang dinilai tidak sesuai (Foto: Alawi for jatimnow.com)

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Maka dengan ini kami menyatakan adanya dugaan tindak pidana mengubah lambang negara Garuda Pancasila. Pasal 69 disebutkan bahwa dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp100 juta," paparnya.

Dia menegaskan, kedatangannya ke Polres Mojokerto itu untuk melaporkan Ponpes Segoro Agung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto yang dinilai lalai.

"Pemkab dinilai lalai karena seharusnya mengkritik dulu sebelum mengesahkan. Kita mendapatkan info tanggal 16 September diresmikan. Saat peresmian yang datang saat itu Bupati Mojokerto," bebernya.

Baca Juga: GMNI Universitas Islam Lamongan Tanam Ratusan Pohon di Hari Bumi

Menurut Hafid, untuk bukti-bukti, pihaknya mengantongi foto-foto dan pemberitaan media massa saat peresmian yang dilakukan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

"Bukti-bukti ada seperti foto dan pemberitaan saat peresmian. Lambang negara itu harus dijaga dengan baik, karena lambang negara itu mempresentasikan negara. Jadi harus kita hormati dengan baik. Sebagai warga negara, kita harus menjaga kehormatan lambang negara kita," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.