Sabtu, 13 Jun 2026 01:19 WIB

Amburadul Data BLT BBM di Jombang, Orang Meninggal Terdaftar Terima Bantuan

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)

Jombang - Data penyaluran BLT BBM di Kabupaten Jombang, amburadul. Puluhan nama di Desa Kepatihan, misalnya, warga yang namanya tertera dalam undangan, tidak diketahui keberadaan.

Selain itu, 20 KPM penerima BLT BBM, juga ada yang diketahui sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi menjelaskan, di desanya ada 130 KPM yang menerima bantuan dari pemerintah pusat. Baik itu bantuan BPNT dan PKH.

Ia berharap BLT BBM dari pemerintah bisa diberikan pada warga miskin lainnya yang berjumlah 400 lebih.

"Jadi mereka itu bantuannya tidak hanya dobel, tapi tripel," ungkap Erwin, saat ditemui di kantor Desa, Minggu (18/9/2022).

"Kita inginkan bahwa BLT BBM ini diberikan pada warga lainnya yang memang tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah," tambahnya.

Erwin menyebut, Mensos sering menyampaikan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah dilakukan perbaikan dan perbaruan setiap bulannya. Namun kenyataannya, warga miskin di Kepatihan juga belum tercover.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Faktanya ada sekitar 20 orang di Kepatihan yang undangan pencairannya kita kembalikan, atau kita rijek. Di antaranya ada yang meninggal, kemudian sudah pindah, dan ada juga yang tidak diketahui keberadaannya," bebernya.

Tak tinggal diam, pihaknya bahkan melaporkan temuan tersebut ke kecamatan maupun dinas terkait.

"Agar data ini terverifikasi secara reguler. Artinya itu tidak satu bulan misalnya dalam satu Minggu DTKS itu bisa kita update, tapi dalam kenyataannya, sejak bulan Juli Agustus kemarin, servernya DTKS itu down, tidak bisa kita lakukan update," katanya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Jadi bagaimana bisa mungkin datanya BLT BBM itu bisa valid. Karena orang yang meninggal itu sebenarnya sudah kita update bahasanya. Tapi kenyataannya datanya masih muncul sebagai penerima BLT BBM," sambungnya.

Ia merinci, jika dari 20 orang yang menjadi penerima BLT BBM hantu, sebab 7 di antaranya sudah meninggal dunia. Sehingga undangan pencairan dikembalikan ke kantor Pos Jombang.

"Ada 7 yang meninggal, dan sisanya pindah dan tidak diketahui keberadaannya, sehingga undangan kita kembalikan ke kantor Pos," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.