Jumat, 19 Jun 2026 09:33 WIB

Makam Kuno Peninggalan Belanda di Jombang, Konon Dijaga Ular Gaib Raksasa

Penampakan makam kuno peninggalan kolonial Belanda di Dusun Pandean, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Penampakan makam kuno peninggalan kolonial Belanda di Dusun Pandean, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Sebuah makam kuno peninggalan kolonial Belanda di Dusun Pandean, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Jombang, menghadirkan kisah misteri. Tak sedikit masyarakat yang melihat penampakan sosok ular gaib berukuran raksasa.

Memasuki area makam kuno, kesan mistis mulai terasa. Meski makam tersebut terlihat sama seperti pada umumnya. Namun di dalamnya terdapat makam kuno berukuran besar. Suasana mistis kian terasa lantaran ada beberapa makam yang sudah tak terawat dan ditumbuhi rumput-rumputan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Juru kunci makam kuno, Suharto (58) menjelaskan bahwa makam besar berukurannya 3 x 7 meter dan berwarna putih itu merupakan tempat dikuburnya orang Belanda.

"Makam yang berwarna putih itu merupakan orang Belanda bernama Coenraad Laurens Coolen yang masuk ke Indonesia pada 1873," ungkap Suharto, Sabtu (17/9/2022).

Dijelaskan Suharto, pria bernama Coolen merupakan orang Belanda yang menemukan Desa Ngoro. Ceritanya dulu Desa Ngoro adalah hutan belantara.

"Karena namanya Coolen, orang-orang menamai Mbah Kolen," ucapnya.

Menurut Suharto, Coolen merupakan sosok penting dalam penyebaran agama Kristen di Ngoro. Selain menyebarkan Kristen, Coolen juga membangun sebuah gereja.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Sekarang grejanya itu di sebelah lapangan Ngoro," tegasnya.

Terkait dengan penunggu makam, Suharto mengaku sering dijumpai penampakan ular gaib berukuran raksasa. Penunggu makam kuno juga dikenal warga sangat jahil. Bahkan di sekitar makam sering terjadi kecelakaan. Namun, Suharto menjelaskan bahwa kecelakaan kebanyakan ulah manusia sendiri.

"Banyak cerita dari masyarakat kalau pernah dijumpai ular. Tapi ular itu gaib tiba-tiba hilang. Kalau sering terjadi kecelakaan itu ya karena pengguna jalan kurang hati-hati saja," paparnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Suharto menambahakn, penghuni makam tidak mengganggu masyarakat sekitar. Namun hanya menampakkan perwujudannya saja.

"Tidak mengganggu, ya hanya terkadang itu masyarakat dijumpai sosok ular saja," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.