Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Harga BBM Meningkat, Penyedia Sampan di Lamongan Tak Tega Naikkan Tarif

Angkutan sampan di Sungai Bengawan Solo Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Angkutan sampan di Sungai Bengawan Solo Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Keberadaan sampan sebagai alat transportasi penyeberangan di Sungai Bengawan Solo masih kerap ditemui di Kabupaten Lamongan. Meski tergolong tradisional, eksistensinya seakan tak pernah pudar. Salah satunya di Desa Pangean, Kecamatan Sekaran, menuju Desa Bulutigo, Kecamatan Laren. Di sana, kegiatan sehari-hari warga tertunjang melalui angkutan umum sampan.

Meski dari segi keamanan relatif minim, warga tetap menjadikan sampan sebagai pilihan dibanding harus memutar menempuh jarak hampir 4 km melalui jalur darat.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

"Kalau memutar relatif jauh. Kalau menyeberang lewat sampan bisa memangkas jarak tempuh juga waktu, harganya juga terpaut murah. Meski juga ada resikonya," kata salah satu penumpang sampan, Arman, Sabtu (17/9/2022).

Sarana transportasi ini secara umum digunakan berbagai kalangan masyarakat. Mulai pekerja, penjual di pasar Kecamatan Sekaran, hingga pelajar sekolah.

pengemudi sampan, Hasan (40) mengungkap bahwa alat tranportasi tersebut hanya beroperasi pagi sampai sore. Sebab saat malam tiba penerangan dan potensi arus lebih besar dapat membahayakan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Hanya Rp5 ribu untuk pemotor, pejalan kaki Rp2 ribu, kadang juga gratis," ungkap Hasan sambil sedikit bercanda.

Lebih lanjut, Hasan bercerita akhir-akhir ini sering gundah gulana akibat naiknya harga BBM yang juga menambah biaya operasional angkutan miliknya.

"Mau bagaimana lagi, tarifnya dinaikan juga nggak mungkin. Karena mayoritas pengguna adalah penjual dan pelajar," gerutunya.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Alhasil, ia terpaksa mengurangi pendapatan untuk membeli BBM jenis solar demi menjalankan mesin sampannya sambil berharap kondisi ini tidak berlarut-larut.

"Bisanya sehari habis Rp100 ribu, sekarang Rp150 ribu," ujarnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.