Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 04 Jun 2026 16:50 WIB
jatimnow.com - Penutupan Jembatan Kaliombo I yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung membawa dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Salah satu yang paling terasa adalah meningkatnya jumlah pengguna jasa perahu tambang di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. Warga yang biasanya melintasi jembatan kini beralih menggunakan perahu tambang sebagai jalur alternatif untuk menghemat waktu dan memangkas jarak tempuh.
Sejak dua hari terakhir, aktivitas di lokasi penyeberangan perahu tambang terlihat jauh lebih ramai dibandingkan sebelumnya. Antrean pengendara sepeda motor dan warga yang hendak menyeberang tampak memenuhi area dermaga sederhana di bantaran Sungai Brantas. Mereka memilih menggunakan perahu tambang karena dinilai lebih praktis dibandingkan harus memutar melalui jalur alternatif yang telah disiapkan selama proses revitalisasi jembatan berlangsung.
Baca Juga: Antisipasi Kepadatan di Kaliombo, Dishub Pantau Arus Lewat ATCS
Salah seorang warga, Zainal Abidin, mengaku keberadaan perahu tambang sangat membantu mobilitas masyarakat. Menurutnya, jika mengikuti jalur alternatif yang tersedia, pengguna jalan harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan tambahan jarak mencapai sekitar tujuh kilometer. Kondisi tersebut juga diperparah dengan kemacetan yang kerap terjadi akibat penumpukan kendaraan di sejumlah titik pengalihan arus.
“Jadi ya memang banyak orang mencari alternatif supaya lebih cepat sampai di tempat tujuan,” kata Zainal, Kamis (4/6/2026).
Penyeberangan perahu tambang tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah Kota Kediri dengan Kecamatan Mojo. Tidak heran jika sejak penutupan Jembatan Kaliombo, jumlah pengguna jasa penyeberangan terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali
Pemilik usaha perahu tambang, Ali, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang mulai terlihat sejak proyek revitalisasi jembatan diberlakukan. Ia memperkirakan jumlah pengguna meningkat hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
Menurut Ali, apabila sebelumnya satu kali penyeberangan rata-rata hanya mengangkut sekitar 10 orang, kini jumlahnya dapat mencapai 15 orang dalam sekali perjalanan. Peningkatan tersebut terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat dan pulang bekerja.
Meski permintaan jasa penyeberangan meningkat cukup signifikan, pihak pengelola perahu tambang memilih untuk tidak menaikkan tarif. Hingga saat ini,
Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total
“(Pengguna) mulai naik dua hari ini. Tapi tarif penyeberangan tetap Rp2.000,” terangnya.
Keputusan mempertahankan tarif tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang terdampak penutupan Jembatan Kaliombo. Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi alternatif, keberadaan perahu tambang kini menjadi solusi yang banyak dipilih warga untuk tetap dapat beraktivitas dengan lebih cepat dan efisien selama proses revitalisasi jembatan berlangsung.
Editor : Yanuar DURL : https://jatimnow.id/baca-85027-warga-kediri-serbu-perahu-tambang-imbas-penutupan-jembatan-kaliombo-i