Sabtu, 13 Jun 2026 02:17 WIB

Sempat Diragukan, Lilik Budi Sukses Budidaya Kopi di Bojonegoro

Pemilik lahan Lilik Budi Witoyo saat memperlihatkan kopi hasil budidayanya. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Pemilik lahan Lilik Budi Witoyo saat memperlihatkan kopi hasil budidayanya. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Lilik Budi Witoyo warga Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro berhasil mengembangkan dan budidaya tanaman kopi.

“Awal 2018 saya mengolah lahan untuk ditanami kopi. Berangkat dari rasa penasaran sekaligus riset untuk mengembangkan kopi di Bojonegoro, yang bisa dibilang tak bisa ditanami kopi, karena faktor cuaca dan kondisi tanah yang berbeda dengan habitat alaminya," ujar Budi dalam kegiatan seduh kopi pertama dan diskusi budidaya kopi bersama sejumlah kelompok tani dari berbagai daerah, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga: Permintaan Pasar Tinggi, Peluang Usaha Ternak Puyuh di Probolinggo Masih Terbuka

Budi mengungkapkan di awal sempat diragukan oleh sejumlah pihak. Namun hal itu dibuktikan dengan tanaman kopi yang ia lakukan dapat tumbuh hingga kini dapat dipanen. Saat ini terdapat 150 pohon kopi yang ditanam yang terdiri dari empat varietas yaitu Robusta, Arabika, Liberika dan Ekselsa.

Menurutnya untuk satu pohon kopi dapat menghasilkan kurang lebih 1 Kg kopi, Sedangkan, jika sudah maksimal bisa mencapai 3 Kg biji kopi untuk satu pohon.

"Kuncinya yakni pada pengolahan tanah bisa dengan menggunakan media tanam sekam, dan memperbanyak usur hara. Kemudian mencukupi kebutuhan air, ditambah tanaman peneduh untuk mensiasati kondisi cuaca panas di Bojonegoro," bebernya.

Budi mengatakan, berdasarkan data Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) sejak empat tahun terakhir konsumsi kopi di Indonesia naik tajam hingga 50%. Sedangkan, dalam urutan dunia, Indonesia berada di urutan keempat sebagai penikmat kopi terbanyak.

“Kopi itu bukan lagi termasuk kebutuhan sekunder, melainkan saat ini menjadi kebutuhan primer (pokok) bagi setiap orang. Sehingga budidaya kopi merupakan peluang besar untuk peningkatan ekonomi,” imbuh Budi.

Baca Juga: Puluhan Barista di Blitar Ikuti Lomba Menyeduh Kopi Manual

Sementara itu, Ngadi pengelola kebun kopi menambahkan, kelebihan menanam tanaman jangka panjang seperti kopi ini, yakni ditanam hanya sekali tapi bisa dipanen berkali-kali.

“Sedangkan untuk kelemahannya yakni, diawal penanaman 1 sampai 2 tahun butuh penanganan yang cukup intensif untuk memastikan tanaman tumbuh normal,” jelas Ngadi kepada sejumlah petani

Untuk biaya perawatan lanjut Ngadi, lebih murah, penggunaan pupuk pun jauh lebih irit serta mudah didapat.

Baca Juga: PW Kopi, Pionir Kopi Premium Sumsel yang Kantongi Sertifikasi SNI

"Selain bernilai ekonomis, dengan menanam kopi sekaligus konservasi alam sebab tanaman kopi tidak bisa jauh dari tanaman peneduh, serta karakter tanaman kopi lebih mudah untuk menyerap air, dan akarnya bisa mencegah dari longsor, sehingga alam tetap lestari dan terhindar dari bencana," pungkasnya

Gayung pun bersambut, Imam salah satu petani asal Kecamatan Temanyang mengaku tertarik untuk ikut ambil bagian dalam mengembangkan budidaya kopi di lahan miliknya.

"Ini menarik untuk dicoba melihat prospek kedepan sepertinya tanaman kopi ini bagus," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.