Permintaan Pasar Tinggi, Peluang Usaha Ternak Puyuh di Probolinggo Masih Terbuka
- Penulis : Bramanta
- | Kamis, 30 Apr 2026 12:12 WIB
jatimnow.com – Peluang usaha ternak puyuh di wilayah Kota Probolinggo masih terbuka lebar. Tingginya permintaan pasar yang belum diimbangi dengan produksi lokal menjadi potensi besar bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.
Salah satu pelaku usaha, Ismi Buchori (34), warga Kelurahan Jrebeng Lor, telah mengembangkan usaha ternak puyuh sejak 2015. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, ia tidak hanya menjadi pembudidaya, tetapi juga membina jaringan peternak di berbagai daerah.
Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres
“Permintaan di Probolinggo mencapai sekitar 1.000, sementara produksi lokal baru mampu menyuplai sekitar 200,” ujar Ismi, Kamis (30/4/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pasokan telur puyuh tidak hanya mengandalkan produksi lokal, tetapi juga didukung dari daerah lain seperti Pasuruan dan Lumajang.
Ismi menjelaskan, saat ini volume peredaran telur puyuh yang dikelolanya mencapai 400 hingga 800 kilogram per minggu. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha pembibitan secara mandiri guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Pengembangan bibit masih terbatas karena kendala pembiayaan, tetapi terus kami upayakan agar ke depan bisa mandiri,” jelasnya.
Selain fokus pada produksi, Ismi juga aktif membina peternak di sejumlah wilayah, seperti Triwung, Paiton, hingga beberapa daerah di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. Bahkan, pembinaan juga dilakukan secara daring hingga menjangkau luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026
Upaya tersebut turut mendapat perhatian dari pemerintah. Pada 2018, Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo mempercayakan penyediaan 5.000 bibit puyuh sekaligus pendampingan bagi peternak baru kepada Ismi.
Tak hanya telur, Ismi juga mengembangkan produk olahan berupa daging puyuh beku sejak 2017. Usaha ini mampu memberdayakan 5 hingga 10 warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan pasar katering dan warung makan.
Selain itu, pada Maret 2026, Ismi juga sempat dipercaya memasok sekitar 500 kilogram telur puyuh untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo.
Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD
Meski prospeknya menjanjikan, Ismi mengingatkan adanya sejumlah tantangan dalam usaha ternak puyuh, seperti fluktuasi harga pasar serta pengelolaan limbah yang harus dilakukan secara tepat.
“Potensinya masih besar, tetapi tetap perlu manajemen yang baik agar usaha ini bisa berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Bramanta