Kamis, 11 Jun 2026 11:05 WIB

Melihat Geliat Kampung Samiler di Desa Kayangan Jombang

Keripik samiler yang dikeringkan dengan memanfaatkan sinar matahari.(Foto: Elok Aprianto)
Keripik samiler yang dikeringkan dengan memanfaatkan sinar matahari.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Sebuah desa di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, telah ditetapkan sebagai kawasan sentra pembuatan keripik samiler. Meski terbilang masuk kategori camilan jadul, keripik samiler tetap banyak digemari masyarakat. Tak hayal jika produksi keripik samiler di Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, masih tetap eksis.

Memasuki area Kampung Samiler, terdapat tugu desa yang bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Industri Samiler". Di depan rumah warga juga tampak jemuran keripik samiler berbahan baku singkong. Selain itu, terdapat banner di setiap halaman depan rumah warga bertuliskan "Sedia Keripik Samiler".

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Warga Desa Kayangan telah memproduksi keripik samiler sejak 1980-an. Aktivitas itupun tetap bertahan saat masa pandemi Covid-19 meski ada penurunan produksi.

Ketua Asosiasi Produsen Samiler Kayangan (Aspera) Mardiansyah Triraharjo menjelaskan, usaha keripik samiler di Kayangan masih terus bertahan, bahkan masih banjir pesanan.

"Alhamdulillah masih bertahan dan lancar. Bulan ini kan musimnya haji dan hajatan, jadi terus mengalami banyak pesanan," ungkapnya, Sabtu (10/9/2022).

Keripik samiler yang dikeringkan dengan memanfaatkan sinar matahari.(Foto: Elok Aprianto)Keripik samiler yang dikeringkan dengan memanfaatkan sinar matahari.(Foto: Elok Aprianto)

Dikatakan Mardiansyah, produksi keripik berbahan singkong di Kampung Samiler berawal dari satu orang. Hingga kemudian meningkat menjadi satu kampung. Dari pembuat keripik samiler yang tersebar di 4 dusun, ada 32 produsen yang tergabung dalam ASPERA.

"Sementara ini ada sekitar 40 industri rumah tangga yang memproduksi. Iya, sekarang makin bertambah jumlah produsennya. Ada yang tergabung, ada yang berdiri sendiri. Makin bertambah ini setelah bangkit dari masa pandemi. Soalnya sejak pandemi itu produksi samiler mengalami penurunan 50 persen," paparnya.

Saat kasus Covid-19 melandai, peningkatan jumlah pemesanan mulai dirasakan. Bahkan ketika musim haji dan hajatan sejak Juli hingga Agustus, jumlah pengiriman samiler bertambah. Bahkan pengiriman sampai ke luar daerah dna luar pulau.

"Saat ini, Alhamdulillah terus lancar dan bertambah jumlah pemesanannya. Paling jauh antarpulau pengiriman kami, seperti di daerah Kalimantan gitu. Ya semoga ke depannya, jajanan tradisional ini tetap bertahan dan terus lancar," tukasnya.

Sementara itu, Sri Rahayu (59), salah satu produsen keripik samiler di Desa Kayangan, Diwek, Jombang, mengaku telah puluhan tahun memproduksi.

"Usaha ini sudah berjalan sejak 10 tahunan lalu. Ya turun-temurun dari orang tua. Jadi saya melanjutkannya, Alhamdulillah sampai saat ini masih normal-normal saja. Dulu dikerjakan dua orang, sekarang sudah ada karyawan sekitar 6 orang," kata Sri.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sri memanfaatkan rumahnya bagian belakang untuk memproduksi keripik samiler. Di area dapur, setiap karyawan yang berkerja untuknya mempunyai tugas berbeda-beda.

"Ada yang menghaluskan singkong, nyelep singkong, menyetak keripik samiler, hingga membingkis keripik mentah samiler di atas plastik yang sudah diolesi minyak goreng," bebernya.

Dijelaskan Sri, cara membuat keripik samiler sangat mudah. Bahannya terdiri atas beberapa macam. Mulai dari singkong, daun seledri, garam, bawang merang dan bawang putih, serta gula. Selanjutnya bahan-bahan itu diolah.

"Setelah singkong dibuang kulitnya, lalu dihaluskan dengan mesin selep. Setelah halus langsung dicampur dengan barang-barang tadi, disertai penyedap rasanya. Kemudian dikukus sampai matang, nggak lama kok. Ya sambil dicek, kalau warnanya sudah kecokelat-cokelatan itu berarti matang," paparnya.

Usai dicetak, selanjutnya keripik samiler setengah jadi dijemur hingga kering di bawah sinar matahari. Setelah itu bisa langsung dikemas atau digoreng. Kemudian dibungkus dalam kemasan dengan rapi.

"Kami buat itu original mas, cuma keripik samiler gitu saja. Kadang ada yang rasa pedas. Ya menyesuaikan pemesanannya. Kalau soal rasanya, ya gurih samiler ini. Ada yang pedas dikit gitu," ujarnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Dalam sekali produksi keripik samiler, Sri bisa menghabiskan 40-50 kilogram singkong. Bahan tersebut menghasilkan sekitar 25 kilogram keripik samiler.

"Setelah itu dikirim ke pelanggan. Kalau soal omzet normal saja. Kalau diperkirakan cuan yang saya dapat setiap harinya sekitar Rp100 hingga Rp200 ribu. Ya dijalani saja gitu, mas. Rezeki sudah ada yang mengatur," katanya.

Ia berharap pemerintah terus membantu dan mendukung para produsen keripik samiler di Desa Kayangan. Dengan demikian, usaha jajanan tradisional ini tetap eksis di tengah maraknya usaha jajanan modern.

"Semoga tetap lancar, pemerintah bisa membantu dari terus memperkenalkan adanya produksi samiler. Ya semoga tetap banyak pelanggan dan terus berjalan usahanya ini, mas," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.