Jumat, 19 Jun 2026 13:58 WIB

Pamit Sekolah Malah Nongkrong di Warkop, Belasan Pelajar Tulungagung Dirazia

Pelajar yang terjaring razia dihukum push up di Mapolsek Ngunut. (Foto: Polsek Ngunut for jatimnow.com)
Pelajar yang terjaring razia dihukum push up di Mapolsek Ngunut. (Foto: Polsek Ngunut for jatimnow.com)

Tulungagung - Belasan pelajar di Tulungagung terjaring dalam razia cipta kondisi yang dilakukan oleh Polsek Ngunut. Mereka didapati sedang nongkrong di sejumlah warung kopi saat jam belajar berlangsung.

Para pelajar ini kemudian dibawa ke Polsek Ngunut untuk dilakukan pendataan dan diberi sanksi hukuman berupa push up. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak membolos sekolah lagi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Ngunut, Kompol Rudi Purwanto mengatakan total terdapat 12 pelajar yang terjaring dalam razia ini. Mereka didapati berada di sejumlah warung kopi saat jam pelajaran berlangsung. Para pelajar itu langsung dibawa ke Mapolsek Ngunut untuk didata.

"Razia dilakukan di sejumlah warung kopi di wilayah Ngunut, hasilnya 12 pelajar kita temukan membolos sekolah," ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Para pelajar tersebut, kemudian dibawa untuk dilakukan pendataan. Setelah tiba di Mapolsek Ngunut, mereka langsung didata dan diberi sanksi serta diminta untuk membuat surat pernyataan. Pihak sekolah dan orang tua juga dipanggil ke Polsek.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kita berikan sanksi fisik berupa push up sedangkan untuk surat pernyataan tidak akan membolos sekolah lagi diketahui dan ditandatangani oleh orang tua serta perwakilan pihak sekolah masing-masing," tuturnya.

Selain memberikan sanksi fisiik dan surat pernyataan, para pelajar juga diberikan imbauan agar rajin sekolah dan tidak membolos lagi demi masa depan mereka sendiri.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kita berikan nasehat atau himbauan kepada pelajar ini, agar dikemudian hari, tidak lagi membolos sekolah. Karena dapat mempengaruhi nilai mata pelajaran. Kita berharap, mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.