Minggu, 21 Jun 2026 12:16 WIB

Mencicipi Soto Daging Legendaris di Pasar Takeran Magetan, Harganya Rp5 Ribu!

Soto daging legendaris di Pasar Takeran Magetan. ( Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Soto daging legendaris di Pasar Takeran Magetan. ( Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Magetan - Soto menjadi salah satu pilihan menu sarapan banyak orang. Di Kabupaten Magetan, ada satu warung soto legendaris yang penjualnya berusia hampir 100 tahun.

Penjual itu bernama Sainem. Setiap hari dengan baju khasnya berwarna hijau, nenek kelahiran 1931 ini berjualan soto daging. Dia berjualan di Pasar Mangun, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Pagi ini, jatimnow.com mencoba sarapan soto. Dari pusat Kabupaten Magetan sekitar 30 menit atau sekitar 18 kilometer.

Pembeli silih berganti datang dan pergi ke lapak Mbah Sinem. Mereka merasakan lezatnya soto daging walaupun duduk seadanya. Dengan harga Rp5.000 sudah mendapatkan seporsi soto daging.

Porsi yang disajikan pun mengenyangkan. Tidak pelit daging. Juga lengkap dengan sayur mayur daun kol, beserta taburan kacang goreng dan bawang merah goreng.

Sayangnya, di lapak tersebut tidak menyediakan air minum. Jika ingin memesan minum, bisa memesan di lapak sebelah. Juga tidak ada lauk tambahan seperti tempe goreng, sundulan.

“Aku ojo mbok foto-foto to (Aku jangan di foto-foto dong),” ujar Sainem berkelakar sambil tertawa lepas, Kamis (1/9/2022).

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Sainem lalu berkisah, dia mulai berjualan dari tahun 1951. Saat itu usianya baru 19 tahun, suaminya berjualan soto keliling. Sainem memilih berjualan di dalam Pasar Takeran.

Dulu, suaminya setia mengantar dia ke Pasar Takeran. Karena sudah berusia senja, saat ini yang mengantar Sainem adalah anak keduanya.

Dia mengaku, berjualan soto di usia senja bukan karena mencari uang seperti saat muda. Saat ini, alasannya agar tetap bisa beraktivitas seperti umurnya masih 20 tahun.

Sainem memang tidak mematok harga mahal. Menurutnya, dia memang menyediakan makanan untuk para penjual atau pembeli di Pasar Takeran.

Baca Juga: Pesta Pernikahan Tradisional di Surabaya Kini Lebih Intim dan Mewah

Setiap hari, Sainem membuka lapak dari pukul 06.00 WIB. Tetapi pukul 09.00 WIB soto buatannya selalu ludes.

“Daging sapinya habis 3 kilogram dalam sehari. Selalu habis pukul 09.00 WIB. Makanya kalau ke sini jangan siang-siang,” jelasnya.

Sainem mengaku berjualan sudah 70 tahun. Saat Pasar Mangun Takeran dengan bangunan zaman dulu. Hingga sudah direhab berkali-kali, Sainem tetap setia berjualan di dalam pasar.

“Saya jualan dari harga soto per porsi 25 perak (Rp25). Sekarang juga cuma Rp5 ribu. Sudah ada untungnya. Gak perlu mahal-mahal,” pungkas Sainem.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.