Senin, 15 Jun 2026 22:07 WIB

KTNA Jatim Minta Kebijakan Pemerintah Pro Petani hingga Peternak

  • Penulis :
  • | Jumat, 19 Agu 2022 10:43 WIB
Ketua KTNA Jatim Sumrambah.
Ketua KTNA Jatim Sumrambah.

Surabaya - Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro petani, nelayan dan peternak. Tujuannya agar produktivitasnya meningkat dan menghindari potensi krisis pangan yang sudah mulai tampak.

Ketua KTNA Jatim Sumrambah mengatakan, dari sektor pertanian terjadi penyusutan lahan cukup mengkhawatirkan. Data BPS pada 2012 mencatat, lahan pertanian di Indonesia tercatat seluas 8,4 hektare. Namun pada 2019, luasannya turun menjadi 7,4 hektare.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Ketika lahan semakin sedikit, kita akan menghadapi krisis pangan," ujar Sumrambah di acara Focus Group Discussion (FGD) Economic Outlook 2023, Kamis (18/8/2022) malam.

Rambah menegaskan, penyelamatan lahan pertanian perlu segera dilakukan. Jika tidak, potensi penyusutan lahan pertanian menjadi nonpertanian akan semakin besar.

"Kalau kita tetap seperti saat ini dan tidak menyelematkan lahan pertanian, maka pada 2045 lahan pertanian bisa menyusut jadi 6,3 juta hektare. Sementara populasi penduduk semakin meningkat, sehingga berpotensi terjadi krisis pangan berkelanjutan," terangnya.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Untuk mengantisipasinya, pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim perlu secara tegas menetapkan lahan sawah dilindungi. Selain itu, Pemprov Jatim perlu bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun kembali budaya pertanian.

"Karena tani adalah kultur, tani adalah budaya, serta sekolah pertanian harus dimunculkan kembali untuk meningkatkan SDM," ujarnya.

Apalagi rata-rata petani yang berusia di atas 45 tahun ke atas jumlahnya mencapai 65 persen. Jadi diperlukan kebijakan pemerintah yang pro petani, nelayan dan peternak. Harapannya dapat meningkatkan produktivitas di bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

"Sementara yang muda tidak mau bekerja di pertanian," jelasnya.

Sementara itu, forum diskusi juga dihadiri Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Prof Badri Munir Sukoco dan Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama Antarlembaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Fitradjaja Purnama.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.