Jumat, 19 Jun 2026 09:45 WIB

Periksa 4 Saksi, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Nelayan Kota Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 15 Agu 2022 13:54 WIB
TKP ditemukannya nelayan tergeletak dengan luka tusuk.(Foto: Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota)
TKP ditemukannya nelayan tergeletak dengan luka tusuk.(Foto: Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota)

Pasuruan - Satreskrim Polres Pasuruan Kota terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap tewasnya seorang nelayan asal Panggungrejo, Kota Pasuruan yang bernama Saki (60).

Dari hasil penyidikan sementara, Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Bima Sakti Pria Laksana mengatakan korban tewas akibat dianiaya dengan senjata tajam.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Mengacu kondisi tubuh korban yang ada tanda kekerasan dengan senjata tajam, dugaan kami korban dianiaya hingga meninggal dunia," jelas AKP Bima, Senin (15/8/2022).

Bima mengatakan, sampai saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus untuk mencari siapa pelaku penganiayaan tersebut.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Terhitung saat ini ada 4 saksi yang diperiksa oleh tim penyidik. Mereka adalah pihak keluarga dan saksi yang mengamankan korban.

"Ada 4 saksi yang saat ini kami periksa. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran," tandasnya.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Diberitakan sebelumnya, nelayan asal Kota Pasuruan, Saki, ditemukan tewas dengan luka tikam di beberapa bagian tubuhnya. Korban ditemukan tewas tergeletak di Jalan Jendral S. Parman, Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu (14/8) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan tim medis, di tubuh korban yang meninggal terdapat tanda-tanda kekerasan akibat senjata tajam di bagian dada kiri, leher kiri, lengan kanan tembus belakang. Kemudian di ketiak kanan sampai tembus punggung dan punggung sebelah kiri," jelas AKP Bima Sakti.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.