Rabu, 17 Jun 2026 13:10 WIB

Gelar Lomba Kreasi Menu Non Beras, Istri Bupati Anas: Harus Kreatif

  • Penulis :
  • | Rabu, 18 Jul 2018 18:42 WIB
Istri Bupati Anas beserta seorang peserta pelatihan Internasional saat acara lomba kreasi menu non beras/Foto: istimewa
Istri Bupati Anas beserta seorang peserta pelatihan Internasional saat acara lomba kreasi menu non beras/Foto: istimewa

 

jatimnow.com – PKK Banyuwangi menggelar lomba kreasi menu non beras dan non terigu. Berbagai olahan menu pun disajikan para peserta ibu-ibu. Ada yang mengolah pisang jadi ‘nasi goreng’, talas menjadi salad, jantung pisang menjadi perkedel, dan ubi ungu menjadi puding.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ny. Ipuk Fiestiandhani Azwar Anas mengatakan acara ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kreasitivitas masyarakat dalam mengolah makanan yang mengandung karbohidrat.

Selama ini, kata dia, karbohidrat yang dikenal masyarakat hanya beras dan bahan tepung. Namun, ia juga mengajak untuk mengenal dan mengolah karbohidrat dari bahan lain, selain nasi dan tepung.

“Karena jumlah lahan pertanian kita semakin berkurang sementara jumlah penduduk terus bertambah, jadi kita harus kreatif mencari alternatif karbohidrat, misalnya dari umbi-umbian,” jelas Dani, panggilan akrabnya saat membuka lomba tersebut di Pantai Grand Watudodol, Rabu (18/7/2018).  

Lomba ini diikuti oleh ibu-ibu PKK se-Banyuwangi. Mereka berkompetisi menyajikan olahan non-beras dan non terigu terbaiknya.

Salah satu peserta berasal dari Kecamatan Kalibaru yang membuat menu ‘nasi goreng’ dari pisang. Ini adalah makanan yang terbuat dari pisang kukus yang diparut kasar dan kemudian dimasak seperti layaknya nasi goreng.

“Ini dari pisang agung yang dikukus, lalu diparut kasar. Baru kemudian diolah seperti nasi goreng. Sengaja kita menggunakan pisang agung karena kita ingin memanfaatkan potensi lokal. Di wilayah Kalibaru, pisang jenis ini sangat banyak dan harganya terjangkau, sehingga ekonomis,” kata Endang, salah satu anggota PKK Kecamatan Kalibaru.

Selain itu, juga ada menu Tiwul Bakar yang disajikan oleh kelompok PKK Kecamatan Muncar. Tiwul adalah olahan dari singkong yang dikeringkan (gaplek), kemudian ditumbuk menjadi tepung.

Tiwul bakar ini disajikan bersama lauk pauk yang menggoda. Seperti, Cumi isi sayur bumbu rujak, kepiting isi daging ikan patin, dan scotel tempe yang nikmat.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

“Kelihatannya ini menu mahal. Padahal biayanya murah lho karena di Muncar harga ikan juga terjangkau. Jadi, tiwul ini tidak mengurangi kebutuhan konsumsi karbohidrat kita. Apalagi dipadukan dengan lauk pauk dengan gizi seimbang,” kata Indra Subariyono, PKK Kecamatan Muncar.

Lomba tersebut mendapat perhatian dari delegasi dari 24 negara peserta pelatihan Internasional yang digelar di Banyuwangi. Mereka memuji kreativitas dan kelezatan makanan hasil kreasi para peserta lomba.

Seperti yang dilontarkan Sanet Petschel asal Afrika Selatan yang sempat mencicipi kebab sidat (oling). "Ini lezat sekali, saya suka banget,” kata Sanet.

Selain kebab sidat, Sanet juga sempat mencoba menu kepiting hasil kreasi ibu-ibu PKK Kecamatan Muncar. Sanet rupanya juga menyukai olahan kepiting yang dipadu dengan daging ikan patin.

“Ini juga enak namun agak pedas. Kayaknya yang ada di sini enak semua,” ujarnya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Harry Cahyo Poernomo menjelaskan lomba ini sebagai upaya mendorong kreativitas masyarakat mengembangkan dan menciptakan menu berbasis sumber daya lokal.

“Peserta sengaja diimbau untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya sehingga lebih ekonomis. Seperti Kecamatan Glagah yang punya sidat, mereka olah sidatnya,” ujar Harry.

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.