Senin, 15 Jun 2026 03:42 WIB

Desa Sadulang, Daerah Terpencil di Sumenep Penghasil Rumput Laut

Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)
Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)

Sumenep - Desa Sadulang merupakan pulau terpisah di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai nelayan. Tapi tak sedikit dari mereka yang membudidayakan rumput laut untuk menambah pendapatan.

Rumput laut yang dibudidayakan warga Desa Sadulang berjenis Cattoni. Jika rumput laut ini sudah rusak, warga menggantinya dengan jenis Spinosum. Sebab jenis tersebut lebih tahan penyakit yang sering menyerang rumput laut yang dibudidayakan para nelayan.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Selain melaut, di Desa Sadulang juga membudidaya rumput laut, mas. Rumput laut berkualitas dengan kondisi laut yang masih bagus, " Ucap salah satu warga Desa Sadulang, Bustamil Arifin (37), Jumat (5/8/2022).

Setelah panen, rumput laut dikeringkan sebelum dijual ke pengepul. Selanjutnya dikirim ke Surabaya diangkut kapal loading melalui Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Nelayan menjual rumput laut jenis Cattoni kering dengan harga Rp38 ribu per kilogram. Sementara rumput laut basah seharga Rp4.500 per kilogram. Sedangkan untuk jenis Spinosum lebih murah. Rumput laut basah seharga Rp1.000 per kilogram, dan kering seharga Rp6.000 per kilogram.

"Sehingga nelayan tetap berusaha budidaya Cattoni. Jika sudah rusak maka diganti jenis Spinosum. Rata-rata dijual dalam bentuk kering, " katanya.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)

Hasil produksi rumput laut kering di Desa Sadulang tergolong tinggi. Setiap pengiriman, masing-masing pengepul bisa mengangkut 2-4 ton. Intensitas pengiriman tidak sampai satu bulan.

Para nelayan cukup terbantu dengan budidaya rumput laut. Terlebih saat cuaca buruk dan tidak bisa melaut. Budidaya rumput laut tidak mengenal musim dan bisa dilakukan penanaman berkesinambungan.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Pemerintah desa juga tidak tinggal diam, mas. Nelayan diberi pengarahan untuk melakukan budidaya dengan baik, " ungkap Bustanil Ariffin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Sadulang.

Untuk diketahui, Desa Sadulang terdiri atas tiga pulau kecil di Kecamatan Sapeken. Yakni, Pulau Sadulang besar, Sadulang Kecil dan Pulau Saular. Dari tiga pulau itu mayoritas penduduknya nelayan dan membudidaya rumput laut.

Selain di Desa Sadulang, budidaya rumput laut juga dilakukan beberapa pulau lain di Kecamatan Sapeken. Seperti di Desa Tanjung Kiaok dan Desa Saseel. Namun budidaya terbanyak di Desa Sadulang.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.