Jumat, 19 Jun 2026 05:46 WIB

Dituding Palsukan Akta Lahir Kini Dilantik, Kades di Sidoarjo: Saya Tidak Tahu

Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno usai dilantik (Foto-foto: Zainul Fajar /jatimnow.com)
Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno usai dilantik (Foto-foto: Zainul Fajar /jatimnow.com)

Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor melantik Sutikno, Kades Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Rabu (3/8/2022). Hal itu dilakukan untuk memberikan hak konstitusi kepada kades.

Gus Muhdlor-sapaan bupati menyebut bahwa kades terpilih itu bukan batal dilantik, melainkan belum dilantik.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Sekarang baru dilantik, bukan karena pertimbangan. Tapi sudah saya sampaikan sebelumnya, belum dilantik, sehingga ada saatnya dilantik. Harusnya satu hari setelahnya. Tapi karena ada kesibukan dan ada agenda yang tidak bisa ditunda, maka dilantik hari ini," terang Gus Muhdlor.

Dia memaparkan bahwa hal tersebut didasari karena pelantikan adalah hak konstitusional yang dimiliki oleh kades terpilih, selama tidak ada legal formal, seperti putusan pengadilan atau PTUN.

Gus Muhdlor juga menjelaskan bahwa mekanisme pilkades dengan pileg atau pilpres itu berbeda. Untuk pilkades, mekanismenya diserahkan oleh panitia di desa yang punya adhoc tersendiri. Sedangkan untuk pileg dan pilpres ada mekanisme bawaslu.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai melantik kades yang dituding palsukan akta kelahiranBupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai melantik kades yang dituding palsukan akta kelahiran

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Sehingga selama tidak ada produk-produk atau yang lainnya, kewajiban bupati tetap harus melantik. Karena ini haknya beliau, maka kita tidak boleh dalam tanda kutip tidak memberikan haknya," terangnya.

Sementara Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno mengaku tidak mengetahui dugaan pemalsuan akta kelahiran yang ditudingkan kepadanya.

"Saya ndak tau. Kan sekarang modelnya barcode. Yang saya lihat hasilnya itu, dan saya ndak mengerti soal itu," ungkap Sutikno usai dilantik.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Dia mengaku bahwa waktu itu telah menyuruh orang lain untuk mengurus akta kelahiran, yang menjadi salah satu syarat administratif pencalonan kepalada desa.

"Saya waktu itu menyuruh orang. Ya itu untuk melengkapi persyaratan. Ya, warga desa situ yang biasa seringkali ngurus hal-hal tersebut," bebernya.

Sebelumnya, Sutikno diadukan tetangganya ke polisi tekait dugaan pemalsuan akta kelahiran yang disetor sebagai persyaratan administrasi pencalonan kepala desa.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.