Rabu, 17 Jun 2026 10:21 WIB

Telur Ikan Terbang Hasil Tangkapan Nelayan Sumenep Tembus Pasar Asia

Kapal nelayan Sumenep nyaris tidak ada di pantai akibat berburu ikan terbang di laut dalam.(Foto: Safrudin for jatimnow.com)
Kapal nelayan Sumenep nyaris tidak ada di pantai akibat berburu ikan terbang di laut dalam.(Foto: Safrudin for jatimnow.com)

Sumenep - Telur ikan terbang yang semakin mahal di Sumenep ternyata bukan hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri. Pengepul di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, juga bekerja sama dengan eksportir untuk mengirim telur ke sejumlah negara di Asia.

Telur ikan terbang dikirim ke Korea, Jepang dan sejumlah negara lain di Asia. Pengepul di Sumenep mengirimnya disatukan sengan para eksportir di Sulawesi. Jadi setelah dikeringkan, telur ikan terbang dikirim ke Sulawesi untuk dikirim ke negara lain.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Telur itu dikirim ke Jepang, Korea dan beberapa negara lain. Tapi kami sebelum dikirim mengumpulkan telur ke Sulawesi, " ungkap Safrudin (36), warga Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Rabu (03/08/2022).

Sebelum dikirim, semua telur dipastikan kering. Jadi harganya lebih tinggi. Untuk pengirimannya dilakukan setiap bulan sekali. Terkadang bisa tiga minggu sekali dilakukan pengiriman ke Sulawesi dan diteruskan ke luar negeri.

Telur ikan terbang di luar negeri diproduksi untuk makanan. Ada sebagian yang digunakan untuk produk kesehatan. Dengan demikian, harganya lumayan mahal sejak beberapa bulan terkahir.

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

"Kami meminta kepada nelayan sebelum dijual dikeringkan. Tapi kami masih melakukan pengeringan lagi sebelum dikirim ke Sulawesi dan luar negeri," katanya.

Sebenarnya jual beli telur ikan terbang sudah lama. Namun sejak dua tahun terkahir daya tangkap nelayan meningkat. Seiring dengan harga telur semakin tinggi.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Namun meski hasil jualnya mahal, nelayan juga bertaruh nyawa. Meski cuaca ekstrem, mereka tetap melaut. Bahkan sampai kejauhan sekitar 80 mil ke wilayah Utara dari Sapeken.

"Saat seperti sekarang ombak cukup besar. Tapi sebagian besar nelayan tetap berusaha menangkap ikan terbang," imbuhnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.