Jumat, 19 Jun 2026 11:38 WIB

Proses Pemisahan Kepala Bayi yang Meninggal di RSUD Jombang Disetujui Keluarga

Makam bayi bernama Cahaya Rembulan yang meninggal saat proses persalinan di RSUD Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Makam bayi bernama Cahaya Rembulan yang meninggal saat proses persalinan di RSUD Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kepala bayi yang sudah lahir, dan meninggal dunia karena mengalami kemacetan saat bersalin, membuat tim dokter RSUD Jombang terpaksa melakukan pemotongan leher bayi (dekapitasi). Tindakan ini dilakukan sudah atas persetujuan pihak keluarga.

Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang, dr Vidia Buana menjelaskan, proses pemotongan leher bayi dari pasangan suami istri, Rohma Roudotul Janah (29) dan Yopi Widianto (26), itu sudah melalui prosedur.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Vidia menyebut, tindakan dekapitasi itu dilakukan pada saat kondisi bayi sudah meninggal setelah terjepit di pinggul sang ibu.

"Kepala sudah lahir. Kemudian tidak bisa terselamatkan kemudian kita ambil keputusan menyelamatkan ibunya. Dengan mengeluarkan bayi itu, dengan cara dekapitasi," ungkap Vidia, pada sejumlah jurnalis saat pers rilis, Senin (1/8/2022).

Vidia mengaku ada beberapa cara untuk mengeluarkan bayi dari dasar pinggul.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Seandainya tetap dipaksakan maka ibunya yang birisiko. Tapi cara itu tidak diambil," bebernya.

Dikatakan Vidia, ada juga cara yang ekstrem tapi tidak dilakukan. Yakni dengan cara di belah dada bayi dan dikeluarkan organ bayi. Tapi hal itu tidak dilakukan.

"Sehingga jatuh pilihan pada cara dekapitasi, dengan memisahkan dulu kepalanya, supaya badannya bisa diangkat dengan operasi, karena kalau dikembalikan masuk ke dalam lagi kepalanya juga gak bisa, maka kita ambil tindakan Dekapitasi," kata Vidia.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Vidia menegaskan keputusan menggunakan metode dekapitasi ini juga sudah disetujui pihak keluarga.

"Dan itu sudah atas persetujuan keluarga dan sudah dijelaskan juga, termasuk risikonya juga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.