Jumat, 12 Jun 2026 10:17 WIB

Gunung Raung Berstatus Waspada, 4 Kecamatan di Banyuwangi Rawan Terdampak

Kawah Gunung Raung (Foto: Dok. Pendaki Eko Wahyudianto)
Kawah Gunung Raung (Foto: Dok. Pendaki Eko Wahyudianto)

Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyebut ada empat kecamatan yang rawan terdampak erupsi Gunung Raung.

Meski tidak menjadi jalur lahar, tapi empat kecamatan itu dimungkinkan terdampak abu vulkanik, jika Gunung Raung meletus.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ada empat kecamatan yang rawan bencana erupsi Gunung Raung," ujar Plt Kepala BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, Jumat (29/7/2022).

Empat kecamatan itu berada tepat di kaki Gunung Raung. Keempatnya adalah Sempu, Songgon, Kalibaru dan Glenmore.

"Keempat kecamatan itu berpotensi terdampak abu vulkanik bila Raung erupsi," tambahnya.

Ilzam mengaku sudah melakukan mitigasi kawasan rawan bencana di beberapa desa dalam empat kecamatan tersebut. Meliputi Desa Bumiharjo, Margomulyo, Sumbergondo dan Sumberarum. Lalu Desa Jambewangi dan beberapa desa yang berjarak lebih jauh dari puncak Gunung Raung.

Sementara terkait lahar, lanjut Ilzam, Gunung Raung tidak pernah mengeluarkan lahar dari kaldera. Mengingat kaldera Raung sangat luas dan dalam.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kedalaman kaldera sekitar 500 meter dan luas sekitar 2 kilometer," jelas dia.

Badan Geologi, Kementrian Energi Sumber Mineral RI meningkatkan status Gunung Raung dari normal (level 1) menjadi level waspada (level 2). Status itu disampaikan menyusul terjadinya erupsi pada Rabu (27/7/2022) kemarin.

Peningkatan status itu tertuang dalam Surat Edaran: 380.Lap/GL.05/BGL/2022, tertanggal 29 Juli 2022. Dalam surat itu tercatat anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah, terdeteksi pada 28 Juli 2022 sebesar 2 mW. Ini mengindiikasikan dinamika magma pada perukaan kawah Gunung Raung.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sementara jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu gempa hembusan, tremor, tektonik lokal dan tektonik jauh. Dengan rincian 377 kali gempa Hembusan, 18 kali gempa Vulkanik Dangkal, 8 kali gempa Tektonik Lokal, 264 kali gempa tektonik jauh dan gempa tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (dominan 1 mm).

Pada 8 sampai 19 Juli 2022, terjadi peningkatan gempa hembusan hingga mencapai rata-rata 28 kejadian per hari. Pemodelan GPS mengonfirmasi bahwa telah terjadi inflasi di satu titik yang jaraknya lebih dari 10 km dari puncak pada permukaan kawah Gunung Raung periode Juni-Juli 2022.

Dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi massa pada kedalaman (2900 m di bawah puncak) yang menyebabkan perubahan dimensi 1,7 juta m3.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.