Kamis, 18 Jun 2026 11:41 WIB

Warga Genteng Wetan Banyuwangi Gelar Aksi, Tuntut Penutupan Toko Miras

Aksi warga Genteng Wetan Banyuwangi menuntut toko miras ditutup (Foto-foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Aksi warga Genteng Wetan Banyuwangi menuntut toko miras ditutup (Foto-foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi, menuntut penutupan toko minuman keras (miras) di wilayahnya, Jumat (29/7/2022) siang.

Massa berkumpul di depan Masjid Baiturrahman Genteng usai Salat Jumat. Lalu bergerak menuju Toko Banyu Rejeki, tak jauh dari masjid itu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Salah satu orator, Kiai Muhdor Atim menyebut bahwa aksi ini tidak ada muatan politik, dan murni keinginan warga agar toko miras itu ditutup.

"Aksi ini murni aspirasi rakyat, tidak ada muatan politik. Tuntutan kami hanya satu, tutup toko miras yang berada di Jalan Hasyim Asy'ari ini," terang Kiai Muhdor.

Dalam orasinya, Kiai Muhdor yang juga Imam Masjid Baiturrahman Genteng itu mendesak kepada pemerintah setempat agar segera melakukan penutupan toko miras itu.

Baca Juga: Satpol PP Tutup Outlet 23 HWG di Kota Kediri, Tak Punya Izin Jual Minuman Keras

Warga memasang segel sebagai bentuk tuntutan agar toko miras ditutupWarga memasang segel sebagai bentuk tuntutan agar toko miras ditutup

"Saya tanya kepada seluruh masyarakat, apakah setuju riko (kalian), bila toko miras ini ditutup," tanya Kiai Muhdor kepada peserta aksi.

Seluruh peserta aksi kemudian menjawabnya kompak kalau mereka setuju.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji mengatakan bahwa massa juga menempelkan segel bertuliskan "Tempat ini Disegel Rakyat Genteng Wetan" di toko miras itu.

"Kedatangan mereka sangat tertib dan sebelumnya sudah memberikan pemberitahuan kepada kami," terang Sudarmaji.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.