Jumat, 19 Jun 2026 23:39 WIB

Ini Pengakuan Wali Santri Pondok Ploso Jombang yang Diamankan Polisi

Ratusan simpatisan dan pendukung yang diamankan polisi dari dalam pondok pesantren saat upaya jemput paksa tersangka Mas Bechi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Ratusan simpatisan dan pendukung yang diamankan polisi dari dalam pondok pesantren saat upaya jemput paksa tersangka Mas Bechi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Sedikitnya ada 323 orang simpatisan dan pendukung Mas Bechi, tersangka kasus pelecehan seksual pada santri Ponpes Shiddiqiyah Ploso Jombang yang diamankan di Polres Jombang pada Kamis (7/7) kemarin.

Satu dari 323 orang yang diamankan pada kemarin, mengaku polisi beralasan kondusivitas di dalam pondok pada saat upaya jemput paksa Mas Bechi.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

"Ya ini bukan diamankan karena situasi di pesantren kurang kondusif maka kita ikut saja," ungkap Mohamad Rodhi (46) Grobogan, Jawa Tengah, saat ditemui jatimnow.com di Polres Jombang, Jumat (8/7/2022).

Dikatakan Rodhi pada saat aparat kepolisian melakukan upaya jemput paksa Mas Bechi, ia sedang mengantarkan anaknya untuk mondok di pondok pesantren.

"Ya saya di sana posisi depan kantor Dhilal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyah," bebernya.

Ditanya mengapa ia bisa diamankan polisi, apakah termasuk dalam kericuhan di dalam pondok? Ia mengaku dirinya dibawa polisi untuk kondusivitas di dalam pondok.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

"Alasannya ya supaya di dalam pesantren kondusif. Kalau soal itu tidak tahu karena tujuan saya mengantarkan anak saya untuk mondok di pesantren," tegasnya.

Ketika ditanya apakah murid-murid dan simpatisan Mas Bechi didoktrin untuk melindungi guru dan termasuk Mas Bechi sendiri. Rodhi menyebut bahwa ia diajarkan cinta Tanah Air.

"Ya doktrin Cinta Tanah air itu disampaikan Mas Bechi, bahwa Cinta Tanah air itu tidak hanya diucapkan tapi harus dihayati. Kalau melindungi itu tidak ya, cuman itu inisiatif para murid saja. Jadi tidak ada undangan untuk ini itu," katanya.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

Disinggung adanya pembekuan izin operasional Ponpes Shiddiqiyah apakah ia menyesal. Rodhi mengaku tidak menyesal dan ia tetap mencintai guru dan ponpes Shiddiqiyah.

"Kami tidak ada menyesal, kami tetap cinta terhadap maha guru, Mursid thoriqoh Shiddiqiyah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.