Kamis, 18 Jun 2026 11:55 WIB

2 Orang Tewas saat Bersihkan Sisa Limbah di Mojokerto, PT HAN Tetap Buka

PT HAN, lokasi kejadian dua pekerja tewas akibat menghirup gas dari sisa limbah. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)
PT HAN, lokasi kejadian dua pekerja tewas akibat menghirup gas dari sisa limbah. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)

Mojokerto - Pemerintah Desa Manduro Manggunggajah buka suara terkait insiden yang menyebabkan dua orang tewas dan dua lainnya pingsan di PT Hijau Alam Nusantara (HAN).

Kepala Desa Manduro Manggunggajah, Eka Dwi mengatakan, hingga saat insiden itu terjadi pada Kamis (23/6) lalu, PT HAN masih tetap buka dan tidak tutup sebelum kejadian nahas yang menewaskan dua pekerja.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Masih buka, tidak tutup. Namun beberapa bulan ini Pak Hadi (Direktur PT HAN) mengeluh soal keuangan," kata Eka, Sabtu (25/6/2022).

Kejadian yang merenggut nyawa Avatar Febian Ardiansyah warga Desa Manduro ManggungGajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Bambang Arif Purwanto asal Dusun/Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Sementara dua korban pingsan yakni Muhamad Rizal Said warga Desa Manduro ManggungGajah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Feri Heri Purwanto asal Dusun Secikal, Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Ia menambahkan, hingga sekarang pihak Pemdes Manduro Manggunggajah dan PT HAN belum bertemu pasca-kejadian.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Eka menegaskan agar PT HAN segera memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dan yang masih kritis.

"Nggih (iya) dengan sepantas-pantasnya bukan hanya kepada korban meninggal juga kepada yang lain termasuk yang lagi kritis sekarang," tegas Eka.

Sementara itu, Kepala Dusun Manduro, Deni Irawan menjelaskan, PT HAN yang merupakan tempat pengolahan limbah sudah berdiri sekitar tahun lima lalu.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Kayaknya seperti itu (pengolahan limbah). Kemarin itu saya dihubungi warga sekitar jam 11 malam (23.00 WIB). Langsung saya ke rumah sakit Pusdik Watukosek, di sana warga saya sudah ada yang meninggal dan satu kritis," bebernya.

Menurut Deni, tewasnya warganya dan pekerja asal Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo itu karena menghirup udara yang tidak sedap ketika bekerja.

"Untuk warga saya, korban yang meninggal dunia itu kurang lebih sekitar satu tahun. Kemarin pihak perusahaan dipanggil ke Polres Mojokerto dan kami mendampingi dari keluarga korban," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.