Jumat, 19 Jun 2026 05:15 WIB

Penangkapan Menteri Khilafatul Muslimin di Mojokerto, Begini Kesaksian Warga

Suasana ponpes di Mojokerto yang diduga jadi tempat penangkapan Menteri Khilafatul Muslimin (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Suasana ponpes di Mojokerto yang diduga jadi tempat penangkapan Menteri Khilafatul Muslimin (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Warga Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menyebut bahwa pondok pesantren (ponpes) yang disebut menjadi tempat penangkapan Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin itu tertutup.

"Berdirinya sekitar Tahun 2014. Dulu kecil sekarang sudah cukup besar. Ya tertutup gini, santrinya gak pernah keluar," jelas Andik, warga di sekitar ponpes tersebut, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Andik mengaku tidak mengetahui jika ada penangkapan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Menurutnya warga tidak mendengar apa-apa di sekitar ponpes pada dinihari tadi.

Baca juga:  Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Mojokerto

"Saya kurang tahu kalau tadi malam ada penangkapan. Gak ada ramai-ramai tadi malam. Tahunya siang tadi waktu ada sejumlah polisi dan tentara ke sana (ponpes)," ungkapnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Andik, santri yang ada di ponpes itu kebanyakan orang dari luar Mojokerto.

"Luar Jawa, Lampung, Kalimantan gitu. Gak ada orang sini. Kalau pimpinannya tidak tahu sama sekali dari dulu sampai sekarang. Kalau dulu yang nungguin pernah tahu tapi orangnya baik, kumpul sama orang, kalau sekarang tertutup," beber dia.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Andik menambahkan, ponpes ini dalam satu bulan sekali melaksanakan pengajian, tetapi tidak tahu ajaran yang diberikan. Namun, warga tidak terganggu dengan adanya ponpes yang cukup tertutup kepada masyarakat itu.

"Kayak main ke tetangga dekat aja gak pernah. Terganggu sih tidak. Tapi ya memang tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.