Kamis, 11 Jun 2026 23:29 WIB

Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Mojokerto

Suasana ponpes di Mojokerto yang diduga jadi tempat penangkapan Menteri Khilafatul Muslimin (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Suasana ponpes di Mojokerto yang diduga jadi tempat penangkapan Menteri Khilafatul Muslimin (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Seorang pria yang disebut-sebut sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin, ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com di lapangan, orang yang ditangkap itu adalah pria berinisial AS (74). Kabarnya, AS diamankan di salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan, jika penangkapan itu sudah diinformasikan oleh Polda Metro Jaya.

"Polda Metro (Jaya) sudah infokan," ujar Dirmanto saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (13/6/2022).

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut bahwa penangkapan dilakukan Ditreskrimum sekitar pukul 00.30 WIB di Mojokerto.

Zulpan menjelaskan, dalam organisasi yang diikutinya, AS berperan sebagai seorang menteri pendidikan. Dia diduga berperan memberikan doktrin-doktrin terkait paham khilafah.

"Berperan bagian kewenangan doktrin-doktrin kaitannya dengan khilafah, dia sebagai menteri pendidikan," beber Zulpan dikutip dari kumparan.com.

Dengan ditangkapnya AS, Polda Metro Jaya telah menangkap 6 orang terkait organisasi Khilafatul Muslimin. Termasuk pemimpin tertinggi, Abdul Qadir Hasan Baraja.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap empat anggota Khilafatul Muslimin. Penangkapan ini dilakukan dibeberapa lokasi, yakni di Bandar Lampung, Medan, dan Kota Bekasi.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Zulpan menyebut, dari penangkapan para tersangka itu, disita sejumlah barang bukti, mulai dari selebaran-selebaran maklumat, buku-buku, hingga uang miliaran rupiah.

Bahkan, lanjut Zulpan, Khilafatul Muslimin ini telah membuat nomor induk warga atau NIW yang digunakan kelompok mereka sebagai pengganti e-KTP.

"Dan ada temuan menarik, mereka juga sudah membuat nomor induk warga atau NIW yang digunakan Khilafatul Muslimin untuk menggantikan e-KTP yang diterbitkan Pemerintah Indonesia," ungkapnya.

Sedangkan dari pantauan jatimnow.com di lokasi, ponpes yang diduga jadi tempat penangkapan sang menteri Khilafatul Muslimin tampak tertutup dengan seng.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Salah satu ustaz di sana yang enggan menyebut namanya mengatakan bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan polisi di ponpes.

"Tidak ada yang dibawa polisi tadi. Tanyakan saja ke yang jaga pos tadi malam dan warga sekitar," ungkap pria yang mengaku dari Lampung itu.

Dia mengaku baru mengetahui kabar penangkapan tersebut ketika beberapa polisi dan TNI mendatangi ponpes dan menanyakan kebenaran itu.

"Saya tahunya dari polisi dan tentara yang tadi pagi ke sini. Saya tidak mengenal inisial AS itu. Pengasuh kami tidak ada di sini," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.