Kamis, 11 Jun 2026 11:38 WIB

Harga Meroket, Petani Cabai Jombang Pusing Hadapi Serangan Hama Patek

Tanaman cabai rawit di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro yang diserang hama patek. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Tanaman cabai rawit di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro yang diserang hama patek. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Di tengah harga cabai rawit yang meroket petani di Kabupaten Jombang harus menghadapi serangan hama patek (antraknosa).

Kondisi ini dialami oleh sejumlah petani cabai rawit yang ada di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Di areal persawahan, terlihat tanaman cabai petani tak tumbuh normal. Batang pohonnya terlihat berkerut beberapa bahkan mulai mengering, daunnya pun tumbuh tak maksimal.

Menurut keterangan Zaenuri (54), petani cabai rawit Desa Genukwatu, tanaman cabai miliknya tak tumbuh normal karena serangan hama patek.

”Di sini memang mulai banyak yang tidak bisa produksi maksimal lagi, banyak kena lengger juga patek," ucap Zaenuri, Selasa (7/6/2022).

Dikatakan Zaenuri sampai sekarang curah hujan di wilayahnya memang tinggi. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit pada batang tanaman cabai. Seharusnya batang cabai bisa gemuk dan hijau, perlahan memudar hingga mengering.

"Kalau petani sini bilang kena lengger, jadi tanamannya mati perlahan," paparnya.

Tak hanya itu, Zaenuri mengaku, buah cabai rawit dari pohon yang masih sehat juga kembali terserang hama patek. Hama ini, membuat cabai cepat membusuk dan berwarna kecokelatan.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kalau sudah kena patek itu, sudah tidak bisa dipanen, cabainya busuk di ranting terus rontok,” tegasnya.

Ia mengaku untuk mengatasi hal tersebut, ia berupaya memberikan obat dengan maksimal setiap minggunya. Kendati demikian, kondisi tanaman tetap tak bisa tumbuh normal.

"Kalau obat seminggu sudah dua kali ini, tapi ya tidak bisa pulih," ucap Zaenuri.

Serangan hama ini membuat menurunnya hasil panen. Dari sawah seluas 4.200 meter persegi, setiap minggunya ia paling besar hanya bisa memanen seberat satu kwintal cabai rawit.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Padahal kalau cuaca baik, panen bisa sampai 2-3 kuintal setiap minggunya, tapi ya mau bagaimana lagi," ujarnya.

Zaenuri mengaku naiknya harga cabai ini sangatlah ditunggu petani cabai seperti dirinya.

"Kalau harganya masih lumayan, bisa Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram dari sawah, tapi karena panennya tidak maksimal, hasilnya juga sama saja,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.