Kamis, 18 Jun 2026 05:42 WIB

Ratusan Remaja Umat Hindu Ikuti Tradisi Potong Gigi, Begini Ritualnya

Salah satu peserta upacara tradisi potong gigi.
Salah satu peserta upacara tradisi potong gigi.

jatimnow.com - 111 remaja putra dan putri umat Hindu mengikuti pelaksanaan tradisi potong gigi adat Bali atau yang biasa di sebut mesanggih, mepandes, dan matatah di pura Agung Jagat Karane Surabaya pada Minggu (8/7/2018).

Sebanyak 111 peserta merupakan umat yang ada di Surabaya, Batam, Jakarta, Tuban dan Bali.

Baca Juga: Umat Hindu di Lamongan Tak Permasalahkan Takbir Saat Perayaan Nyepi

Ketua pelaksana upacara I Made Wisana (50) menjelaskan, potong gigi merupakan salah satu adat sakral dan wajib dilakukan oleh setiap remaja yang akan beranjak dewasa bagi umat Hindu, yang bermakna untuk menghilangkan 6 sifat buruk umat manusia.Tanda untuk remaja adalah sudah mengalami akhil baligh.

"Tandanya jika perempuan sudah mulai mengalami menstruasi, sedangkan laki-laki ketika suaranya sudah berubah. Selain itu, potong gigi ini juga bertujuan mengantarkan anak menuju niskala, yakni hidup sebagai orang dewasa." lanjutnya.

Wisana mengatakan dalam upacara potong gigi ini dipusatkan di Surabaya, di Pura Agung Jagat Karane dan merupakan kegiatan periodik yang sudah berjalan selama 5 tahun sekali. Namun tak menutup kemungkinan jika diadakan 1 tahun sekali.

"Sifat-sifat buruk itu antara lain nafsu, keserakahan, kemarahan, mabuk-mabukan, angkuh, iri dan dengki. Maknanya adalah untuk menghilangkan itu," terang I Made Wisana disela-sela upacara potong gigi.

Baca Juga: Foto: Menjelajah Penglipuran, Simbol Keteguhan Bali Menjaga Warisan Leluhur

Wisana juga menjelaskan untuk menghilangkan sifat buruk, para remaja tersebut akan dipotong giginya sebanyak 6 buah, yakni dua gigi taring dan empat gigi seri.

“Jadi tidak semua seperti yang di bayangkan, ini hanya beberapa saja untuk menghilangkan sifat-sifat buruk dari setiap sifat pribadi manusia” ujarnya.

Dalam upacara ini jumlah peserta mengalami peningkatan dari tahun lalu 108 menjadi 111 peserta yang tentunya menjadi evaluasi tahun lalu

"Berusaha meningkatkan minat. sekarang ada dokter gigi, ada dua dokter yg sebagai manager untuk mengarahkannya. Dari kesehatan juga terjamin. Dokter spesialis giginya dari keluarga pura sendiri," tambah Wisana.

Baca Juga: Foto: Menghidupkan Legenda Titi Situbanda dalam Harmoni Tari Kecak Bali

Peserta upacara Ni Made Yuni Ismawardani (24) mengatakan, bahwa upacara ini merupakan yang dilakukannya pertama kali untuk seumur hidup. "Saya deg-deg kan, tapi juga senang. Karena kewajiban orang tua sudah lepas dan menjadi manusia sepenuhnya. Ya semoga nanti bisa menjadi lebih baik dan lebih dewasa lagi," tandas Yuni.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.