Sabtu, 06 Jun 2026 16:49 WIB

Foto: Menjelajah Penglipuran, Simbol Keteguhan Bali Menjaga Warisan Leluhur

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 21 Des 2025 13:29 WIB
Wisatawan memadati lorong utama Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, yang dihiasi penjor megah dalam sebuah perayaan adat. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Wisatawan memadati lorong utama Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, yang dihiasi penjor megah dalam sebuah perayaan adat. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Begitu meninggalkan hiruk-pikuk pesisir Bali dan berkendara sejauh 60 kilometer ke arah utara dari Bandara Internasional Ngurah Rai, suhu udara perlahan menurun.

Di ketinggian 600 hingga 650 meter di atas permukaan laut, sebuah desa berdiri tegak melawan arus modernisasi.

Baca Juga: Menjelajahi Bhutan, Destinasi Spiritual yang Menghidupkan Tradisi Kuno

Itulah Desa Wisata Penglipuran, sebuah pemukiman yang bukan sekadar objek foto, melainkan simbol keteguhan menjaga warisan leluhur.

Desa dengan luas 112 hektare ini menawarkan lanskap yang tak biasa. Sejauh mata memandang, hanya terlihat ketertiban.

Tidak ada kendaraan bermotor yang berseliweran di dalam lorong desa, hanya deretan gerbang tradisional yang seragam dan senyum ramah dari 1.111 jiwa yang menghuninya.

Penglipuran adalah contoh nyata tata kelola ruang yang jenius. Hampir separuh wilayahnya, yakni sekitar 50 hektare, masih dipertahankan sebagai lahan pertanian produktif.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah hutan bambu seluas 45 hektare yang mengepung desa dengan rimbun.

Hutan bambu ini bukan sekadar pemandangan. Bagi warga, ia adalah pelindung, sumber mata air, sekaligus identitas budaya.

Masyarakat setempat sangat membatasi penebangan kayu dan bambu, memastikan hanya 4 hektare hutan kayu yang dimanfaatkan secara selektif. Di sini, alam tidak dianggap sebagai komoditas, melainkan anggota keluarga yang harus dirawat.

Di balik kebersihan dan keteraturannya, ada nilai yang dipegang teguh oleh 277 Kepala Keluarga (KK) di Penglipuran: Tri Hita Karana. Filosofi Hindu ini menegaskan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Nilai gotong royong di desa ini bukan sekadar slogan. Masyarakat bahu-membahu dalam mengelola pariwisata.

Jika Anda berkunjung, Anda akan bertemu dengan warga yang berperan ganda, mulai dari pemandu wisata yang fasih bercerita, perajin suvenir yang telaten, hingga pengelola homestay yang memperlakukan tamu bak saudara jauh.

Meski kini banyak warga yang beralih profesi menjadi pelaku pariwisata atau PNS, mereka tetap tidak meninggalkan akar mereka sebagai masyarakat agraris.

Setiap jengkal tanah, mulai dari tempat suci seluas 4 hektare hingga pemukiman warga seluas 9 hektare, dikelola dengan penghormatan tinggi terhadap aturan adat.

Baca Juga: Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

Menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari bandara menuju Bangli akan terbayar lunas begitu Anda menghirup udara sejuk Penglipuran.

Desa wisata Bali ini menawarkan jeda yang dibutuhkan manusia modern, sebuah pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kecepatan, melainkan dari ketenangan dan kebersamaan.

Bagi para pelancong, Penglipuran adalah cermin. Ia menunjukkan bahwa pariwisata yang berkelanjutan hanya bisa tercipta jika masyarakatnya tetap memiliki prinsip yang kuat.

Di sini, Anda tidak hanya berwisata, tetapi belajar tentang cara hidup yang memanusiakan alam.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.