Jumat, 19 Jun 2026 13:44 WIB

Umat Hindu di Lamongan Tak Permasalahkan Takbir Saat Perayaan Nyepi

  • Penulis : Bramanta
  • | Selasa, 17 Mar 2026 10:20 WIB
Pembuatan Ogoh-ogoh untuk sambut prayaan nyepi Umat Hindu di Desa Balun, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pembuatan Ogoh-ogoh untuk sambut prayaan nyepi Umat Hindu di Desa Balun, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Balun, Kecematan Turi, Lamongan menunjukan gambaran nyata indahnya toleransi dan lahirnya kemajemukan.

Penyematan julukan desa pancasila, dengan beragam latar belakang kepercayaan agama mulai dari Islam, Hindu, Kristen Protestan hidup rukun berdampingan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Perbedaan keyakinan membuat warga Desa Balun justru masin kuat. Nilai gotong royong dan toleransi tertanam turun temurun hingga saat ini.

Tepat, Kamis (19/3/2026) mendatang umat hindu akan menjalani perayaan nyepi memperingati tahun baru saka dengan puasa selama 24 jam.

Saat umat hindu memulai puasanya, ditandai dengan berhentinya berbagai aktivitas sosial mengasingkan diri dalam keheningan, saat yang sama umat Muslim bersuka cita menyambut Idul Fitri 1447H dengan senandung gema takbiran.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Di sini toleransi sangat tinggi. Kami tidak pernah mempermasalahkan ibadah masing-masing. Jika umat Muslim takbiran keliling, silakan, kami yang sedang Nyepi tetap menjalankan niat ibadah kami. Semuanya bisa berjalan beriringan," jelas Wisnu Adi Purnomo salah satu warga Hindu Desa Balun, Senin (16/3/2026).

Wisnu yang saat itu ditemui saat sedang membuat ogoh-ogoh membeberkan kerukunan di Desa Balun melahirkan toleransi. Bahkan, ia menyebut pembuatan ogoh-ogoh bukan hanya dilakukan sendiri oleh umat Hindu tapi juga bantuan umat Islam dan Kristen.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Kami mengerjakan ini bersama-sama. Ada warga Islam dan Kristen yang ikut membantu pengerjaan, terutama pada tahap awal yang membutuhkan banyak tenaga," tambahnya.

Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, (18/3/2026) di Alun-alun Desa Balun. Warga Lamongan dan sekitarnya pun diajak untuk hadir menyaksikan simbol harmoni dan kerukunan umat beragama yang menjadi ciri khas desa yang dijuluki sebagai Desa Pancasila tersebut.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.