Kamis, 11 Jun 2026 05:03 WIB

Ratusan Sapi di Mojokerto Terjangkit PMK, 1 Ekor Mati

Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto saat memeriksa sapi. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto saat memeriksa sapi. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Ratusan sapi di Kabupaten Mojokerto terjangkit penyakit menular mulut dan kuku (PMK) yang tersebar di beberapa kecamatan. Bahkan, sebanyak 7.205 sapi di Kecamatan Dawarblandong terancam terjangkit PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito dan beberapa petugas datang ke kandang sapi yang terjangkit wabah PMK milik warga di Desa Suri, Dawarblandong untuk melakukan pengobatan.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Jadi melihat gejala klinis ternak sapi milik warga di sini menunjukkan penyakit mulut dan kuku, apalagi di sekitar wilayah Dawarblandong masuk daerah wabah," kata Agus, Selasa (10/5/2022).

Ia menambahkan, dari 106 sapi yang terjangkit PMK di Kecamatan Dawarblandong hewan itu mulutnya berbusa, kuku luka dan ada yang sudah lemah dan tidak bisa berdiri. Bahkan sudah ada satu sapi tercatat mati.

"Jumlah yang terpapar itu sudah termasuk 46 ekor sapi di Dusun/Desa Suru. Kalau yang mati baru satu ekor yang di Dawarblandong," ungkapnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Pemkab Mojokerto, lanjut Agoes, berusaha mengendalikan wabah PMK ini dengan menyuntikkan empat suntikan vitamin dan antibiotik untuk satu ekor sapi. Serta sosialisasi secara masif sekaligus penyemprotan desinfektan dan membatasi lalu lintas jual beli ternak dengan menutup enam pasar hewan di Kabupaten Mojokerto.

"Hewan ternak sapi yang sakit kita obati sampai sembuh dan memberikan pengobatan gratis tidak dipungut biaya agar tidak menjadi beban peternak," tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan

"Kita juga berikan obat semprot untuk membersihkan kandang sapi untuk warga atau peternak di Dawarblandong. Penyebaran yang cepat juga terjadi di Pacet," sambung Agoes.

Agoes mengimbau, agar masyarakat tidak panik dan menjual sapinya saat kondisi sakit karena pasti akan rugi bahkan virus bisa menular ke hewan jika dibawa ke luar daerah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.