Jumat, 19 Jun 2026 18:10 WIB

Asal Usul Mudik Masyarakat Indonesia, Sudah Sejak Zaman Majapahit?

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Setiap memasuki akhir Ramadan, masyarakat Muslim di Indonesia banyak melakukan kegiatan mudik. Hal ini berarti mereka kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga besarnya.

Lalu pertanyaannya, apakah mudik murni budaya Indonesia? Jika termasuk budaya Indonesia, kapan mudik mulai dilakukan warga Indonesia?

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Untuk menjawab ini, H. Abdul Hamid Arribathi dan Qurotul Aini secara mendalam membahas hal tersebut dalam artikel jurnal berjudul “Mudik dalam Perspektif Budaya dan Agama (Kajian Realistis Perilaku Sumber Daya Manusia)".

Menurut kedua peneliti, tradisi mudik sebenarnya tidak ada dalam ajaran Islam. Selesai melaksanakan puasa selama Ramadan, umat Islam hanya diperintahakan mengeluarkan zakat fitrah dan melaksanakan salat Idul Fitri.

"Lalu dilarang berpuasa pada hari satu Syawal," kata Abdul Hamid Arribathi dan Qurotul Aini dalam jurnal yang diterbitkan pada 2018 lalu ini.

Berdasarkan pandangan Umar Kayam (2002), mudik awalnya hanya tradisi primordial masyarakat petani Jawa. Tradisi ini sudah dilaksanakan sebelum masa kerajaan Majapahit. Semula, tradisi ini hanya berupa kegiatan bersih-bersih di makam leluhur dengan disertai doa bersama.

Pada masa tersebut, tradisi mudik hanya ditunjukkan untuk memberi keselamatan dalam mencari rezeki. Lalu juga dimaksudkan agar keluarga yang ditinggalkan tidak diselimuti masalah.

Namun dengan masuknya ajaran Islam ke tanah Jawa, tradisi itu pun mulai terkikis karena dianggap perbuatan syirik. Hal ini terutama bagi masyarakat yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Salah satunya dengan meminta kepada leluhur yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

Menurut Abdul Hamid Arribathi dan Qurotul Aini, istilah mudik mulai mengemuka kembali pada era 1970-an. Ketika itu, Jakarta termasuk satu-satunya kota besar di Indonesia. Dengan kata lain, banyak orang yang mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik di Jakarta.

Para pekerja di Jakarta saat itu akan mendapatkan libur panjang. Momen libur ini biasanya akan diberikan pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri.

"Jadilah momen Lebaran ini digunakan untuk mudik atau pulang kampung dan bersilaturahmi dengan keluarga, juga mereka selalu menyempatkan diri untuk ziarah dan membersihkan kuburan leluhur," jelasnya.

Sosiolog Arie Sudjito yang dikutip oleh Abdul Hamid Arribathi dan Qurotul Aini mengungkapkan, terdapat empat faktor yang menyebabkan orang mudik ke kampung halaman.

Baca Juga: Amankan Mudik Lebaran 2026, Kabasarnas Cek Armada Laut di Tanjung Perak

Pertama, mencari berkah dengan bersilaturahmi dengan orang tua, kerabat, dan tetangga. Kedua, terapi psikologis karena momen ini acap digunakan pemudik untuk refreshing.

Selanjutnya, mudik bisa membuat masyarakat mengingat asal usul mereka. Terakhir, mudik juga ditunjukkan sebagai ajang unjuk diri. Dengan kata lain, ini menjadi ajang unjuk diri sebagai orang yang telah berhasil mengadu nasib di kota besar.

Baca Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.