Kamis, 18 Jun 2026 06:41 WIB

Bedah Buku Terjemahan Al-Quran Bahasa Osing, Bupati Ipuk Kenang Kisah Kartini

  • Penulis :
  • | Kamis, 21 Apr 2022 16:54 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menghadiri bedah buku Terjemah Al-Qur'an Bahasa Osing di Hotel El Royal. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)
Bupati Ipuk Fiestiandani menghadiri bedah buku Terjemah Al-Qur'an Bahasa Osing di Hotel El Royal. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri bedah buku terjemah Al-Qur'an Bahasa Osing yang dirilis Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) di Hotel El Royal, Banyuwangi, Kamis (21/4/2022). Bertepatan dengan Hari Kartini, Ipuk mengenang sosok pahlawan nasional tersebut.

"Kegiatan ini mengingatkan saya pada kisah Kartini. Beliau adalah sosok yang memiliki perhatian tentang Al-Quran, di mana ketika orang mempelajarinya memang perlu paham artinya," ungkap Ipuk.

Baca Juga: Pemkab Trenggalek Gelar Bedah Buku Reset Indonesia, Ajak ASN Untuk Refleksi Diri

Kegelisahan Kartini tersebut, lanjut Ipuk, tertuang pada suratnya kepada salah seorang sahabatnya, Stella EH Zeehandelaar tertanggal 6 November 1899. Kartini gelisah karena orang diajari membaca al-Quran, tetapi belum secara lengkap diajari artinya. Hal itu mengingat di masa tersebut masih minim upaya penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lokal.

Seorang ulama besar asal Semarang sekaligus gurunya Kartini, KH Sholeh Darat, lantas menjawab kegelisahan tersebut. Beliau menuliskan sebuah kitab terjemah Al-Qur'an berbahasa Jawa.

"Kitab inilah yang kemudian menjadi bacaan penting bagi Kartini sehingga muncul sebuah quote yang begitu populer; Habis gelap terbitlah terang, yang merupakan terjemahan dari salah satu ayat Al-Qur'an: minad dzulumati ilan nur. Ini berdasarkan beberapa penelusuran sejarah kendati tentu ada beberapa versi cerita," lanjut Ipuk.

“Tetapi yang ingin saya tegaskan adalah tentang relevansi penerjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Osing. Ini akan menjadi literatur penting bagi masyarakat Osing di Banyuwangi untuk semakin memperkuat pemahaman keagamaannya, khususnya untuk memahami Al-Qur'an," ungkap Ipuk.

Apa yang diungkapkan oleh Bupati Ipuk disambut positif Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid yang membuka acara tersebut.

"Dialog antara RA Kartini dengan Kiai Sholeh Darat sebagaimana yang dikisahkan ibu bupati tadi, merupakan salah satu inspirasi bagi kami untuk melaksanakan program penerjemah kitab suci ke bahasa daerah. Agar semakin mendekatkan dengan penuturnya secara langsung," ujar Zainud Tauhid.

Baca Juga: DPD Golkar Tulungagung Gelar Bedah Buku Banjir, Ini Alasannya

Lebih jauh, lanjut Zainud Tauhid, penerjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa daerah tersebut sebagai bagian dari upaya mereservasi bahasa daerah dari kepunahan.

"Sebagaimana amanat undang-undang, ini juga bertujuan untuk turut serta mereservasi bahasa daerah dari kepunahan," terangnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Profesor Babun Soeharto menyebut, terjemah Al-Qur'an Bahasa Osing ini, merupakan kado untuk Banyuwangi.

"Ini adalah bentuk terima kasih kami karena selama ini, Pemkab Banyuwangi telah turut melibatkan UIN KHAS dalam mencerdaskan putra daerah. Buku ini nantinya akan kita sebarkan ke seluruh sarjana lulusan UIN KHAS. Sehingga bahasa Osing bisa dikenal luas," terangnya.

Baca Juga: UIN Khas Jember Bedah Buku "Tuhan Kita Esa", Referensi Awal Selamatkan Alam

Program penerjemahan tersebut dilakukan oleh UIN KHAS bersama dengan Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Sedangkan tim penerjemahnya sendiri melibatkan sejumlah tokoh Banyuwangi. Di antaranya adalah Pengasuh PP Al-Anwari KH. Achmad Siddiq, Ketua MWC NU Banyuwangi H. Achmad Mushollin dan sejumlah tokoh lainnya.

"Ini masih tahap validasi pertama. Nanti kita akan lakukan pula validasi lanjutan yang melibatkan lebih banyak lagi stakeholder sebagaimana yang disarankan oleh Bupati Ipuk. Sehingga nantinya benar-benar tidak ada lagi ada kesalahan," ungkap Babun.

Untuk menjamin otoritas terjemah tersebut, imbuh Babun, keputusan akhir nanti akan dilakukan oleh Tim Pentashih dari Kementerian Agama.

"Validasi ini masih belum final. Setelah dirasa cukup, nanti akan ditashih ulang oleh tim dari Kemenag. Dari sinilah nanti, Al-Qur'an terjemah bahasa Osing yang final akan diterbitkan dan disebarkan," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.