Selasa, 23 Jun 2026 01:44 WIB

Pemkab Trenggalek Gelar Bedah Buku Reset Indonesia, Ajak ASN Untuk Refleksi Diri

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Des 2025 08:59 WIB
Foto: Bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Trenggalek. (Prokopim/jatimnow.com)
Foto: Bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Trenggalek. (Prokopim/jatimnow.com)

jatimnow.com-Kegiatan bedah buku Reset Indonesia di Trenggalek berlangsung lancar. Kegiatan ini digelar di Amhitheater Hutan Kota Trenggalek dan diikuti oleh semua lapisan masyarakat.

Ratusan ASN bahkan diundang untuk mengikuti bedah buku ini. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin juga hadir dan menyimak paparan serta penjelasan isi buku dari empat penulis. Buku Reset Indonesia merupakan karya kolaborasi empat jurnalis lintas generasi, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini menilai buku Reset Indonesia bukan merupakan kritik terhadap pemerintah. Tidak seperti yang ditakutkan banyak pihak, buku tersebut dinilai tidak mengkritisi kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, bedah buku ini justru menjadi ruang refleksi bagi pemerintah daerah, khususnya ASN, untuk mengkritisi diri sendiri.

“Yang paling bertanggung jawab membawa perubahan di Kabupaten Trenggalek salah satunya adalah pemerintahnya. Maka ASN kita ajak untuk membuka cakrawala dan berbenah ke arah yang lebih baik,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurutnya kemampuan melakukan refleksi dan evaluasi diri menjadi kunci agar roda pemerintahan berjalan ke arah yang lebih adil dan berkelanjutan. Dari keseluruhan gagasan dalam buku tersebut, Mas Ipin mengaku paling sepakat dengan konsep pembangunan ekonomi yang sejalan dengan kelestarian lingkungan.

“Dari keseluruhan buku, saya paling setuju dengan gagasan bagaimana ekonomi yang baik itu harus sejalan dengan ekologi. Itu juga yang menjadi konsentrasi Trenggalek,” tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Meski demikian, Mas Ipin mengaku tidak sepenuhnya sepakat dengan seluruh gagasan dalam buku Reset Indonesia. Salah satunya terkait pandangan pemanfaatan air yang sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya diperlukan pendekatan yang lebih realistis agar keadilan sosial tetap sejalan dengan keberlanjutan fiskal dan lingkungan. Mas Ipin juga merekomendasikan kegiatan bedah buku semacam ini untuk terus dilakukan, terutama bagi para pemegang amanah pemerintahan.

“Orang yang tidak maju adalah orang yang gagal mengkritik dirinya sendiri, atau dalam bahasa Islamnya gagal melakukan muhasabah,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.