Senin, 15 Jun 2026 17:52 WIB

UIN Khas Jember Bedah Buku "Tuhan Kita Esa", Referensi Awal Selamatkan Alam

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 29 Okt 2025 19:00 WIB
Bedah buku "Tuhan Kita Esa: Pencipta Alam Semesta dihadiri tokoh lintas agama. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Bedah buku "Tuhan Kita Esa: Pencipta Alam Semesta dihadiri tokoh lintas agama. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Bedah Buku "Tuhan Kita Esa: Pencipta Alam Semesta", pada Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai referensi awal untuk menyelamatkan bumi dan alam.

Kegiatan bedah buku yang bertempat di salah satu hotel di Jember ini dihadiri berbagai tokoh agama, dan juga narasumber dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu yang secara online, mengupas tentang moderasi beragama

Baca Juga: Kiai Asal Bondowoso Bawa Belasan Santri Ikuti UM-PTKIN di UIN KHAS Jember

Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Zainal Abidin menyampaikan, moderasi beragama harus dimaknai tidak hanya dalam konteks sosial, melainkan juga sebagai kesadaran ekologis yang berakar pada ajaran agama.

Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab terhadap alam, bagian dari keimanan dan bentuk nyata penghambaan kepada Tuhan.

“Kerusakan di alam semesta bukan karena faktor alam saja, tetapi kebanyakan faktor manusia. Oleh sebab itu, manusia bertanggung jawab karena kita merupakan hamba Tuhan yang memiliki kewajiban menjaga dan merawat alam semesta,” paparnya.

“Pusat generasi keberagamaan harus bergandengan tangan memperkuat kerja sama lintas agama. Ini merupakan guru yang sangat berharga, bukan hanya soal hubungan antar umat, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat alam,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember, Soni Rahmatullah Amrozi menyampaikan, momen ini bagaimana agama itu bisa menjadi satu. Karena selain kegiatan dirancang bedah buku, juga ada dialog antar agama.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Tujuanya adalah, ingin persatukan agama dalam satu bingkai, yang menjadi konsep dari menteri agama kali ini, yaitu eteokologi, bagaimana kita masukkan kajian-kajian moderasi beragama," ungkapnya.

Dimana tujuan moderasi beragama yang di usung untuk mewujudkan kesederhanaan akan lingkungan yang ada di sekitar.

Soni menyebut, dari UIN KHAS Jember melihat, khususnya di Jember alam mulai tercemar dengan berbagai macam hal dan itu tidak mungkin bsia diatasi oleh pengelola lingkungan saja.

"Kita sebagai akademisi, dan tokoh agama memiliki peran cukup penting dalam melindungi alam yang ada," ungkapnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Oleh karena itu, hadirnya buku tentang "Tuhan Kita Esa: Pencipta Alam Semesta" ini adalah sebuah referensi awal, sebagai sebuah penggugah untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyelamatkan bumi dan alam dan sekitarnya.

Bahkan dikatakannya, mempelajari agama lain juga menjadi penting dengan tujuan agar bisa melihat agama yang diyakini tidak hanya dijadikan aatu komuditi, mengingat semua orang meyakini agama yang dianut paling benar.

"Tapi adanya kita mempelajari berbagai macam agama, maka sikap toleransi yang muncul dalam diri kita, untuk saling menghargai yang satu dengan yang lain," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.