Selasa, 16 Jun 2026 12:40 WIB

DPD Golkar Tulungagung Gelar Bedah Buku Banjir, Ini Alasannya

  • Penulis :
  • | Rabu, 19 Nov 2025 09:58 WIB
Foto: Ketua DPD Golkar Jairi Irawan bersama penulis buku Banjir Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Ketua DPD Golkar Jairi Irawan bersama penulis buku Banjir Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-DPD Partai Golkar Tulungagung menggelar bedah buku bertema sejarah banjir dan penanggulangannya. Buku karya Latif Kusairi ini berkisah tentang bencana banjir di Tulungagung rentang tahun 1942 hingga 1986 sekaligus upaya penangannya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menelaah sejarah panjang bencana banjir yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah Tulungagung.

Ketua DPD Golkar Tulungagung, Jairi Irawan mengatakan kegiatan ini bertujuan menggali kembali jejak sejarah penanganan banjir agar dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan masa kini. Terlebih saat ini beberapa daerah di Tulungagung menjadi langganan banjir setiap tahun.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kami ingin merunut sejarah-sejarah yang ada, salah satunya banjir Tulungagung dan penanggulangannya dari tahun 1942 sampai 1986. Banjir ini hampir datang setiap tahun, sehingga kita perlu mempelajari solusi-solusi masa lalu agar bisa diterapkan untuk kondisi sekarang," ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Bedah buku ini diharapkan dapat memunculkan perspektif baru bagi pemerintah daerah, baik Pemkab Tulungagung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini saja. Menurutnya, sejarah Tulungagung yang erat dengan bencana banjir menjadi alasan penting mengapa topik ini diangkat. Jairi menyebut bahwa memahami akar persoalan dari masa lalu dapat membantu pemerintah merumuskan strategi penanggulangan bencana yang lebih matang dan berkelanjutan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tulungagung sejak dulu punya latar sejarah banjir. Kalau nanti bencana itu kembali terjadi, kita sudah punya perspektif untuk menanggulangi—baik belajar dari masa lalu maupun daerah lain. Yang penting kebijakan kita harus bisa dinikmati anak-cucu kita, bukan hanya untuk saat ini," terangnya.

Sementara itu, Latif Kusairi menjelaskan buku yang ditulisnya ini merupakan hasil riset dalam beberapa tahun terakhir. Sebenarnya banjir mulai terjadi di wilayah Tulungagung sejak era penjajahan kolonial. Adanya letusan Gunung Kelud membuat pendangkalan di Sungai Brantas. Hal ini menyebabkan aliran air dari wilayah selatan tidak bisa mengalir lancar ke Sungai Brantas dan menyebabkan banjir.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di masa lalu adalah letusan Gunung Kelud, pasirnya masuk ke aliran Sungai Brantas dan menyebabkan pendangkalan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.