Jumat, 19 Jun 2026 03:18 WIB

Polres Kediri Wanti-wanti Masyarakat untuk Waspada Saat Tukar Uang Baru

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Rizkika Atmadha. (Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Rizkika Atmadha. (Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, jasa penukaran uang baru di Kabupaten Kediri terus bermunculan. Polisi mewanti-wanti masyarakat untuk berhati-hati agar tak menjadi korban uang palsu.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha meminta masyarakat waspada saat melakukan transaksi penukaran uang baru. Mereka diimbau untuk memahami pedoman yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk membedakan uang asli dan baru.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

"Kami mengimbau supaya saat melakukan transaksi pecahan uang baru, masyarakat agar petunjuk dan pedoman yang dikeluarkan Bank Indonesia diikuti," kata AKP Rizkika, Sabtu (16/4/2022).

Sebagai langkah antisipasi, Polres Kediri mebentuk tim untuk melakukan patroli pengawasan. Petugas akan mengecek mana-mana yang dicurigai sebagai jasa penukaran uang yang nakal.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

"Kepolisian akan patroli, pertama. Kedua, mendeteksi kecurigaan-kecurigaan masyarakat," tambahnya.

Untuk itu, Rizkika meminta masyarakat melapor jika menemukan kecurigaan adanya peredaran uang palsu melalui jasa penukaran uang.

Baca Juga: Pria di Kediri Pasok Pertalite ke Pom Mini, Bolak-balik SPBU Kumpulkan 300 Liter per Hari

"Sejauh ini belum ada laporan, tapi kami akan awasi terus. Jangan sampai masyarakat jadi korban," tegas Rizkika.

Selai melalui jasa penukaran, pihak kepolisian juga terus mengawasi peredaran uang palsu di tempat-tempat terjadi transaksi uang dengan cepat. Misalnya di Pasar Tradisional dan SPBU. Petugas melakukan patroli rutin, dan mengingatkan para pedagang dan petugas SPBU untuk tetap berhati-hati.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.