Minggu, 21 Jun 2026 13:49 WIB

Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 04 Jun 2026 18:55 WIB
Bayi malang saat pertama kali ditemukan di pinggir sawah.
Bayi malang saat pertama kali ditemukan di pinggir sawah.

jatimnow.com - Bayi perempuan yang dibuang di pinggir jalan area persawahan Dusun Baba'an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, kini diserahkan ke Dinas Sosial setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis (4/6/2026).

Direktur RSUD SLG Kediri, dr. Tony Widyanto, mengatakan, selama perawatan, bayi tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kondisinya sehat dan layak untuk melanjutkan rawat jalan.

Baca Juga: Penemuan Bayi di Pinggir Sawah Gegerkan Warga Ngasem Kediri, Begini Kondisinya

"Hari ini penyerahan serah terima bayi terlantar yang kemarin telah kita rawat beberapa hari ini sudah baik, kondisi sehat dan layak untuk dirawat di tempat lain ya," ujarnya.

Menurut dr. Tony, bayi malang tersebut diperkirakan lahir dalam kondisi prematur sehingga ada beberapa catatan medis yang masih perlu dipantau. Salah satunya kebocoran kecil pada jantung yang umum terjadi pada bayi prematur. Meski begitu pihaknya memastikan bayi tersebut aman untuk dibawa dan dirawat tempat lain.

"Jadi gini ya, kalau bayi prematur itu kadang jantung itu masih belum nutup ya, ada kebocoran dikit. Tapi itu nanti kita pantau, kita lihat bahwa itu nanti bisa menutup. Jadi sebenarnya tidak murni itu akan menimbulkan cacat yang permanen, enggak karena memang dia masih prematur, jadi memang ada kebocoran sedikit jantung itu itu wajar," jelasnya.

Perkembangan positif juga terlihat dari kenaikan berat badan bayi selama menjalani perawatan. Saat pertama kali masuk rumah sakit, berat badannya sekitar 2,2 kilogram. Dalam waktu kurang dari satu minggu, berat badan bayi meningkat menjadi 2,45 kilogram.

"Beratnya naik, dari 2.200 ya, jadi 2.450. Masuknya kan tanggal 28 sekarang tanggal 4, artinya berarti seminggu sudah naik kan?Kurang lebihnya bagus," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngasem IPTU Bambang Supaku menjelaskan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Mujianto yang kemudian melaporkan temuannya itu ke polisi.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

Setelah menerima laporan, polisi langsung berkoordinasi dengan RSUD SLG untuk memberikan penanganan medis kepada sang bayi. Kini setelah kondisinya membaik, bayi akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk mendapatkan perlindungan dan pengasuhan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia pun memastikan penyelidikan terkait pelaku pembuangan bayi masih terus dilakukan. Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan perangkat desa, RT, RW hingga Tim Buru Sergap Polres Kediri.

"Jadi sekarang ini, yang melakukan atau untuk terlapornya itu masih dalam lidik dan kita sudah kerjasama dari Buser juga sudah kita hubungi, terus dari kepala desa, dari tingkat RT, RW juga sudah kita hubungi tapi sampai saat ini masih dalam lidik," terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, memastikan bayi tersebut akan mendapatkan penanganan lanjutan melalui mekanisme perlindungan anak terlantar.

Baca Juga: Pria di Kediri Pasok Pertalite ke Pom Mini, Bolak-balik SPBU Kumpulkan 300 Liter per Hari

Menurutnya, bayi akan ditempatkan sementara di panti milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo yang selama ini menjadi mitra penanganan anak-anak terlantar dan anak yang tidak diketahui orang tuanya.

"Alhamdulillah sehat-sehat, meskipun ada beberapa catatan kesehatan yang tentunya nanti perlu diperhatikan dan perlu dipertimbangkan di sana. Artinya terkait dengan perlakuan-perlakuan yang teman-teman di panti Sidoarjo nantinya," ungkapnya.

Terkait kemungkinan adopsi, Subur menjelaskan bahwa proses tersebut tetap terbuka, namun harus melalui tahapan dan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Tentunya bisa saja (diadopsi), tapi tentunya adopsi itu kan ya perlu banyak hal yang perlu di artinya dilalui. Jadi adopsi itu kan untuk semuanya bisa mengadopsi, tetapi tentunya dengan aturan-aturan yang ada dan ya harus ikut aturan itu," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.