Minggu, 21 Jun 2026 22:57 WIB

Ponorogo Resmi Gabung Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia

Penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Ponorogo resmi bergabung dalam ekosistem atau jejaring kota/kabupaten kreatif Indonesia. Ini setelah penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Infonesia (PMK3I). Adapun penandatanganan dilakukan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) Hariyanto dan Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Di Jawa Timur, Ponorogo adalah daerah ketiga yang masuk dalam ekosistem kota/kabupaten kreatif Indonesia. Pertama adalah Kabupaten Sidoarjo, kemudian disusul Kota Malang.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Dari 17 subsektor yang dinilai di Ponorogo semua ada. Tetapi di sini kan dicari yang diunggulkan. Jadi memilih 3 subsektor," ujar Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.

Ketiga subsektor itu adalah seni pertunjukkan, seni kriya dan seni kuliner. Sedangkan 14 subsektor yang lainnya saling mendukung. Misalnya, untuk subsektor seni pertunjukkan di Ponorogo ada penampilan reog. Sedangkan subsektor kriya ada pembuatan batik, gong atau terompet yang berhubungan dengan reog.

Terakhir subsektor kuliner, contohnya sate ayam Ponorogo dan dawet jabung. Untuk sate ada kampung sate. Begitu pula dawet ada kampung dawet.

Penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)Penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Bunda Rita menyatakan, masuknya Ponorogo ke ekosistem jejaring kabupaten/kota kreatif Indonesia berpeluang terdaftar dalam UCCN (Unesco Creative Cities Network) . Hal ini mejadi penyemangat ap yang tengah dilakukan pemerintah saat ini dalam memperjuangkan Reog menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Unesco.

Baca Juga: Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

"Kami akan serius dan mendukung itu terwujud. Semua petunjuk dan catatan yang diberikan akan kami tindak lanjuti. Ke depan demi menjaga ekosistem berkembang, maka kami akan rutin menggelar even. Baik sekala lokal maupun regional hingga nasional, pun dengan melibatkan Subsektor Kuliner dan Kriya di Ponorogo. Sehingga sama dana tumbuh dan berkembang. Apalagi saat ini Covid-19 mulai melandai," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif) Hariyanto mengatakan, ini merupakan momentum sangat baik. Berdasarkan program yang dirancang Kemenkraf, pengembangan Kota kreatif Indonesia ada proses uji petik penilaian mandiri.

"Berdasarkan masukan, isian dari seluruh stakeholders yang ada melakui web kemenkraf melalui program Kota Kreatif, turunlah Tim penilai dan verifikasi di lapangan. Memastikan dari 17 itu yang menonjol 3 subsektor," tambahnya.

Kemudian mengerucut satu, yakni seni pertunjukkan Reog Ponorogo. Manakala sudah menjadi ekosistem Kota kreatif Indonesia ditandai dengan tandatangan uji petik PM3KI.

Baca Juga: Di Sidang Dakwaan, Sugiri Sancoko Disebut Pakai Uang Korupsi untuk Bayar Utang

"Resmi menjadi bagian dari ekosistem Kota kreatif yang dirancang Kemenkraf. Kami sepakat dan yakin ini luar biasa potensi, belum lagi cerita bahwa subsektor sudah tumbuh sejak 15 abad," bebernya.

Dia menyakini Kabupaten Ponorogo jadi bagian ekosistem menuju penetapan Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia yang dilegesi negara melalui kemenkraf.

"Ada proses satu tahun memantau, memonitor bagaimana aktivasi di sini. Misal kebijakan, regulasi ekosistem Kota kreatif berjalan dengan baik. Contoh lain aerda strategi pengembangan ekonomi kreatif di sini. Kami kawal Ponorogo bidang seni pertunjukkan ke Unesco agar nanti menyeimbangkan budaya dan kreatif," pungkasnya.(ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.