Kamis, 18 Jun 2026 02:26 WIB

Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 26 Apr 2026 12:30 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, berpartisipasi langsung dalam Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum di Museum Nasional, Jakarta. (Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf)/jatimnow.com)
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, berpartisipasi langsung dalam Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum di Museum Nasional, Jakarta. (Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf)/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pertunjukan Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum sukses digelar di teater Museum Nasional Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi pendekatan kreatif yang dinilai mampu menjangkau lintas generasi.

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menyampaikan bahwa wayang bukan sekadar hiburan, melainkan juga alat diplomasi budaya dengan potensi ekonomi besar.

Baca Juga: Orientasi Unik di Ubaya, Mahasiswa Baru Susun Puzzle Wayang Raksasa

“Wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa dibawa ke mana saja dan memiliki nilai ekonomi luar biasa. Apa yang dilakukan Aniwayang membuktikan bahwa karya berbasis tradisi mampu menembus panggung internasional, bahkan telah diapresiasi di Jepang, Korea, dan akan berangkat ke Jerman,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Pertunjukan Aniwayang memadukan seni tradisi dengan storytelling yang relevan, karakter animatif, serta pengalaman interaktif bagi anak-anak dan keluarga. Menurut Irene, kualitas talenta yang ditampilkan menjadi contoh nyata bahwa budaya tradisional dapat dikemas ulang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global.

Ia juga menekankan pentingnya ruang publik seperti museum dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Kini, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat edukasi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kreatif.

“Kita patut bangga karena museum di Indonesia semakin berkembang menjadi ruang kreatif yang menarik. Ini membuka peluang besar bagi pelaku ekraf untuk berkolaborasi dan berkarya, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat dan menyenangkan bagi masyarakat,” tambahnya.

Pergelaran ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengajak keluarga menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan dalam membangun generasi berbudaya.

Baca Juga: Kemenparekraf RI Ajak Konten Kreator Surabaya Melek Hak Cipta

Founder dan Direktur Aniwayang Studio, Daud Nugraha, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini dibuat khusus dengan konsep baru.

“Pertunjukan ini menghadirkan lagu-lagu istimewa dan cerita baru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Kami juga membuat karakter wayang khusus untuk Wamen Ekraf yang didatangkan langsung dari Jogja. Selama lima tahun, Aniwayang terus bereksplorasi agar wayang tetap relevan dan dicintai lintas generasi,” jelasnya.

Selain pertunjukan utama, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti nonton bareng animasi wayang, sesi pengenalan lima dalang dan lima voice actor profesional, Dalang Experience, hingga menyanyi bersama.

Baca Juga: Santri Digitalpreneur di Banyuwangi, Menparekraf: Potensi Ekrafnya Lengkap

Pengunjung juga dapat membeli berbagai merchandise dari IP Aniwayang Studio, mulai dari sticker sheet, kartu uang elektronik, kaos, batik, enamel pin, tas lipat, komik, art print, hingga wayang kulit dan produk anak lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan ruang budaya di museum ini merupakan tindak lanjut dari audiensi pada 17 Desember 2025. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan Aniwayang sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dalam acara tersebut, Wamen Ekraf Irene Umar turut didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar. Hadir pula Penanggung Jawab Unit Museum Nasional Indonesia Muhammad Rosyid Ridlo serta CEO Intermedia Prima Vision Anastasia Florine Limasnax.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.