Kamis, 18 Jun 2026 13:08 WIB

Cerita di Balik Terungkapnya 400 Pil Koplo di Celana Dalam Nurul

  • Penulis :
  • | Selasa, 06 Mar 2018 19:15 WIB
Nurul Aini saat diperiksa beserta barang bukti di ruang Anggota KPLP Lapas Banyuwangi.
Nurul Aini saat diperiksa beserta barang bukti di ruang Anggota KPLP Lapas Banyuwangi.

jatimnow.com – Anggota staf Keamanan Pengunjung Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Banyuwangi, Farah menceritakan kronologis ditemukannya 400 butir pil koplo yang disembunyikan di dalam pembalut celana dalam pelaku, Nurul Aini (33).

Farah menceritakan, Saat memasuki gerbang pemeriksaan Lapas, gerak-gerik pelaku mencurigakan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Awalnya, dirinya berpikir pelaku malu saat di periksa badannya, sehingga dibawanya ke dalam kamar mandi. Ketika diminta untuk membuka seluruh baju, pelaku hanya membuka yang bagian atasnya saja.

Karena pelaku semakin menunjukkan sikap yang mencurigakan dan menolak saat diminta membuka bawahan dan melepas celana dalamnya, akhirnya dengan sedikit paksaan pelaku menurutinya.

“Saat itu dia ngaku lagi datang bulan, sudah buka aja nanti tak ganti baru pembalutnya. Setelah saya buka dikit celana dalamnya dari belakang terlihat beberapa bungkusan plastik,” ungkap Farah kepada jatimnow.com, Selasa (6/3/2018).

Baca juga: Lucu! Ibu Muda Sembunyikan 400 Butir Pil Koplo di Celana Dalam

“Setelah itu saya suruh buka satu bungkusan itu ternyata berisi pil-pil warna putih, setelah saya minta keluarkan semua ada 40 lebih kayaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurul Aini (33) mengaku terpaksa menuruti kemauan suaminya yang telah lama menjadi warga binaan Lapas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

“Aku sudah sering ngasih tahu, aku gak mau uang gituan, tapi tetap maksa,” aku ibu yang mengaku punya anak satu itu.

Nurul beralibi, semenjak suaminya mendekam di rumah tahanan Lapas Banyuwangi, dirinya bekerja di salah satu rumah kos yang ada di Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Banyuwangi.

“Janjinya uang hasil itu akan dikasihkan ke saya,” ucap Nurul.

Namun naas, uang hasil penjualan pil Trihexyphenidyl tersebut tak akan diterima. Justru, dirinya saat ini harus menghadapi Satuan Narkoba Polres Banyuwangi.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Nurul diancam dengan Undang-undang tentang kesehatan nomor 35 tahun 2009 dengan tuduhan menyimpan obat-obatan tanpa ijin edar.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.