Jumat, 19 Jun 2026 03:38 WIB

Ramadan Now

Berburu Serabi Legendaris di Dawarblandong Mojokerto Jelang Berbuka Puasa

Kedai serabi 'Srebeh Toyo' di Dawarblandong, Mojokerto (Foto-foto: Nor for jatimnow.com)
Kedai serabi 'Srebeh Toyo' di Dawarblandong, Mojokerto (Foto-foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Serabi atau dalam Bahasa Jawa disebut serebeh, menjadi salah satu kudapan atau jajanan primadona di bulan ramadan sebagai menu berbuka puasa.

Di Dusun Toyo, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, terdapat puluhan warga yang berjualan kue tradisional tersebut.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Meski begitu, kedai serabi legendaris yang pertama kali berjualan sejak Tahun 1940, tetap menjadi buruan warga. Serabi legendaris itu bernama 'Srebeh Toyo'. Usaha ini diteruskan oleh Sunadi (50) dan istrinya Winarti (42).

Pasangan suami istri ini merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha Srebeh Toyo. Usaha ini pertama kali dijalankan oleh nenek Winarti di Pasar Wage, lalu diteruskan ibunya, kemudian dirinya.

Sunadi saat menuangkan adonan serabi di kedai Srebeh Toyo Dawarblandong, MojokertoSunadi saat menuangkan adonan serabi di kedai Srebeh Toyo Dawarblandong, Mojokerto

Walau generasi ketiga, rasa dan aroma yang dihasilkan olahan dari keduanya tidak ada perbedaan atau tetap sama dengan sang nenek waktu pertama kali berjualan.

Di kedai Srebeh Toyo, tampak beberapa orang rela antre untuk membeli jajanan tradisional tersebut untuk disantap saat berbuka puasa.

"Rasanya khas, enak, gurihnya juga pas, tidak keras. Kalau yang kuah pun tidak terlalu manis," ungkap seorang pembeli yang antre, Indah (50) pada Jumat (8/4/2022).

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Pembeli hanya cukup mengeluarkan kocek Rp 5 ribu, untuk bisa mencicipi gurih, nikmat serta legitnya serabi legendaris ini. Berbagai macam menu, juga disajikan, seperti serabi dan ketan dalam satu wadah.

Sementara Sunadi menjelaskan, dia dan istrinya Winarti tetap menjaga kualitas serta cita rasa yang telah ada dalam resep keluarga. Bahkan tidak ada bahan khusus yang tercampur dalam adonan serabi, yaitu tepung beras, santan dan air panas saja.

"Tidak ada, tapi mainnya di komposisi saja, sama main di panas api ketika memasak. Ini yang seringkali gak diperhatikan pembuat serabi kebanyakan," ucapnya.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai perangkat desa ini juga mengikuti perkembangan dunia kuliner. Dirinya menyajikan serabi dengan berbagai toping mulai dari rasa coklat, keju dan juga kacang.

Kedai berwarna hijau itu juga menyajikan jajanan tradisional lain seperti getuk lindri, klepon, ketan sambal dan sate cenil dengan harga cukup terjangkau, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per porsi.

Bapak satu anak itu menjelaskan, di bulan ramadan, dia hanya menghabiskan adonan 9 kilogram saja atau lebih sedikit dibanding hari di luar puasa, yang rata-rata 12 kilogram.

"Sengaja kalau puasa malah gak kami bawa banyak, karena waktu berjualan juga lebih sedikit. Ada waktu untuk beribadah juga," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.