Jumat, 12 Jun 2026 09:44 WIB

Oknum Guru Agama di Gempol Pasuruan Dilaporkan Cabuli 5 Siswi MTs

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 09 Apr 2022 09:35 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual.
Ilustrasi Pelecehan Seksual.

Pasuruan - Seorang oknum guru salah satu sekolah MTs swasta di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan ke Mapolres Pasuruan. Sang guru diduga melakukan tindakan cabul terhadap murid perempuannya.

Tidak tanggung-tanggung, pelapor yang merupakan wali murid menyebutkan ada 5 siswi MTs yang menjadi korban, termasuk anaknya. Kelima korban berinisial MS (14), NT (13), NS (13), FM (13), dan SU (14). Sedangkan oknum guru yang melakukan tindakan cabul berinisial SUT, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Petra Theatre Angkat Trauma Pelecehan Pria lewat “The Chain”

"Benar, kami sudah menerima laporan tersebut. Saat ini masih proses pendalaman perkara," jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, Sabtu (9/4/2022).

Kuasa hukum korban, Dani Harianto membeberkan, kasus yang menimpa beberapa murid perempuan diduga sudah setahun belakangan dan terkuak pada 30 Maret 2022. Orang tua korban yang tidak terima anaknya dicabuli SUT, kemudian melaporkannya ke Malpolres Pasuruan pada 1 April 2022. SUT merupakan guru mata pelajaran agama, olahraga, dan dipercaya sebagai guru bimbingan dan konseling (BK).

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Banyak murid yang menjadi korban. Bahkan oknum guru yang kami laporkan ini berani melakukan pencabulan dihadapan murid-murid lain," bebernya.

Dalam melakukan aksi bejatnya terhadap siswi-siswinya, SUT disebut memanfaatkan jam-jam istirahat. Modusnya, para siswi satu persatu ditarik ke ruangan bascamp madrasah. Di sanalah, SUT beraksi. Mulai dari menciumi korban, meraba-raba bagian tubuh korban, meremas payudara korban, sampai memegang kelamin korban.

Baca Juga: BPP UNU Blitar Ambil Langkah Tegas Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dosen

Seluruh murid tidak ada yang berani protes dan mengadu. Pasalnya, SUT disebut melakukan pengancaman.

"Selama ini, SUT oknum guru yang kami laporkan ini juga mengancam para korbannya untuk tidak menceritakan perbuatan tersebut ke siapa pun. Karena kalau sampai berani melapor, korban ditakut-takuti hidupnya tidak akan damai," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.