Kamis, 18 Jun 2026 05:49 WIB

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 81 PMI Ilegal Tujuan Malaysia

Kepala Polda Sumatra Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak.(Foto: Foto: ANTARA/Adiva Niki via Republika)
Kepala Polda Sumatra Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak.(Foto: Foto: ANTARA/Adiva Niki via Republika)

jatimnow.com - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatra Utara (Sumut) menggagalkan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencapai puluhan orang. Mereka yang diamankan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Rencananya, para PMI dikirim ke Malaysia.

"PMI ilegal itu berjumlah 84 orang, dan saat ini masih ditahan di Mapolda Sumut setelah diselamatkan nelayan dari kapal karam yang mereka tumpangi," kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dalam konferensi pers di Markas Polda Sumut, Kota Medan, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Panca menyebutkan, para PMI mengaku membayar sebesar Rp4,8 juta hingga Rp 6 juta kepada agen untuk memberangkatkan secara ilegal ke Malaysia. Kapal tersebut sebelumnya mengangkut 86 orang PMI yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jambi dan Sumut, dengan satu nakhoda dan empat anak buah kapal (ABK).

"Direncanakan PMI tersebut berangkat Kamis (17/3) dari perairan Tanjungbalai, namun batal karena air laut surut. Mereka kemudian diberangkatkan pada malam esok harinya ke Malaysia," ucapnya.

Panca mengatakan, saat tiba di perbatasan Malaysia hari masih pagi. Sehingga nakhoda khawatir ditangkap dan menunggu di perairan Tanjung Api hingga malam hari.

"Saat malam itu kapal PMI karam dan mereka menyelamatkan diri masing-masing dengan cara berenang dan mengapung di fiber. Kapal nelayan datang menyelamatkan PMI itu, namun dua orang tenggelam dan meninggal dunia," kata Panca.

Baca Juga: Ribuan Pekerja Migran Jatim Terjebak Konflik Iran-Israel, SP IMPPI: Pulangkan!

Dia menjelaskan, dua PMI yang meninggal dunia itu berasal dari NTT dan Sulawesi Selatan.

"Jenazah PMI berasal dari Sulawesi Selatan sudah dipulangkan, sedangkan dari NTT masih menunggu proses," ujar Panca.

Dia menyebut, terkait kasus PMI tersebut pihaknya masih mengejar tiga orang tersangka yakni R (mengorganisasi sekaligus pemilik rumah penampungan), ST (koordinator) dan SF (pemilik kapal). Sedangkan lima orang ditahan yaitu H (nakhoda), RD (anak buah kapal), S (mekanik), R (juru masak), dan RR (penampung)."Kelima orang itu terancam hukuman 10 tahun penjara," kata Panca.

Baca Juga: Satu Juta Nyawa PMI Terancam, SP IMPPI: Negara Jangan Lambat Evakuasi!

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.