Jumat, 19 Jun 2026 10:16 WIB

Blusukan di Wajak Kabupaten Malang, Menko PMK: Kumuhnya Nauzubillah

  • Penulis :
  • | Sabtu, 19 Mar 2022 18:33 WIB
Kondisi jalan dan gang sempit yang dilewati oleh Muhadjir Effendy. (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Kondisi jalan dan gang sempit yang dilewati oleh Muhadjir Effendy. (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, mengunjungi Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Dalam kesempatan itu, ia menyempatkan diri blusukan di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Cokroaminoto yang terkenal kumuh.

Selama blusukan, Muhadjir mendapati fakta di lapangan bahwa masih banyak rumah yang tidak layah dihuni. Mulai dari rumah dengan penghuni berlebihan, rumah dengan atap bocor yang akhirnya membanjiri isi rumah, hingga rumah berdinding bambu.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Ditemani oleh Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, di sepanjang perjalanan ia membagikan sembako kepada warga penerima program PKH (Program Keluarga Harapan) dan membagikan masker kepada setiap warga yang ia temui.

Usai blusukan, ia mengomentari bahwa lingkungan di sana sudah tidak layak lagi dihuni masyarakat.

"Karena Desa Wajak ini ibu kota Kecamatan ya, tapi kumuhnya nauzubillah," ujarnya usai blusukan, Sabtu (19/3/2022).

Karena itu, ia mengusahakan untuk berkoordinasi dengan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, untuk membantu dirinya menciptakan lingkungan lebih sehat di Wajak.

"Lingkungan ini akan saya coba bicara dengan Pak Menteri PUPR, sehingga semoga bisa didanai untuk KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh)," ungkapnya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Karena itu saya minta Pak Wakil Bupati, Pak Camat, kepala-kepala desa turunlah ke lapangan dan ceklah rakyatnya betul. Kalau ada yang perlu dibantu segeralah komunikasikan dengan pihak terkait. Bisa langsung ke Kementerian Sosial, Kementerian PUPR," sambungnya.

Muhadjir Effendy (kemeja putih) saat menyambangi salah satu rumah tidak layak yang memiliki banyak anak kecil.Muhadjir Effendy (kemeja putih) saat menyambangi salah satu rumah tidak layak yang memiliki banyak anak kecil.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan saat ini Pemerintah Republik Indonesia tengah memerangi kemiskinan ekstrem yang menyisakan 9 persen.

"Kemiskinan kita ini kan sekitar 9 persen, semakin sedikit yang miskin itu bukan berarti semakin mudah. Itu semakin sulit, ibarat nasi liwet ini adalah keraknya. Sehingga kerak-kerak ini harus didatangi satu-satu, karena kalau tidak ya tidak akan selesai," tegasnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Muhadjir Effendy saat membagikan masker kepada warga.Muhadjir Effendy saat membagikan masker kepada warga.

Terakhir, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengungkapkan target pemerintah untuk memberantas kemiskinan di akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo.

"Target dari pemerintah kan sudah jelas bahwa di 2024 ini Pak Presiden Jokowi menargetkan Indonesia nol persen kemiskinan ekstrim. Sehingga kita harus kerja habis-habisan untuk turun ke lapangan langsung, jangan gengsi, jangan jaga image, dan juga jangan cari pencitraan," pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi Pratama

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.