Jumat, 12 Jun 2026 13:37 WIB

Ditemukan Sakit, Elang Jawa Dirawat Warga dan Diserahkan ke BBKSDA Jatim

Burung Elang Jawa yang diserahkan ke BBKSDA.(Foto: Nor for jatimnow.com)
Burung Elang Jawa yang diserahkan ke BBKSDA.(Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Seekor Elang Jawa diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur (Jatim). Kini, satwa langka dilindungi setinggi sekitar 30-40 sentimetr itu sudah dievakuasi ke kandang transit karantina BBKSDA di Sidoarjo.

Sebelumnya, Elang Jawa ditemukan seorang warga di kawasan Hutan Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (24/2/2022). Saat ditemukan, burung mengalami luka di bagian sayap kiri.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Saya dapat burung itu dari warga di kawasan Hutan Sendi, Pacet. Saat itu, tiga minggu lalu, kondisi Elang Jawa dalam kondisi sakit," kata Ahmad Faizin Bisri, warga Mojokerto yang merawat Elang Jawa itu, Sabtu (19/3/2022).

Faizin mengetahui bahwa burung itu langka dan dilindungi. Maka, ia membawa dan merawatnya hingga sayap kiri pulih.

"Saya langsung mendatangi dan minta agar bisa dirawat. Karena pada saat itu, Elang Jawa mengalami sakit dan mengeluarkan darah pada bagian sayapnya," terang Faiz, sapaan akrabnya.

Menurut pria berusia 33 tahun ini, kondisi Elang Jawa sudah membaik. Lalu menyerahkannya kepada pihak BBKSDA Jatim.

"Kondisinya sudah membaik setelah saya rawat beberapa minggu. Ini saya meminta agar bisa dievakuasi teman-teman BKSDA, agar bisa dilepas liarkan lagi," paparnya.

Baca Juga: Polres Probolinggo Kota Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Langka Asal Maluku

Pengendali Ekosistem Hutan/Ka RKW 09 Mojokerto BKSDA Jatim Fajar Dwi Nur Aji menambahkan, jenis burung yang diserahkan warga adalah satwa yang populasinya menurun dan dilindungi.

"Ini usianya masih remaja, kurang lebih dua tahun. Akan kami karantina. Lalu kami serahkan ke dokter hewan yang berkompeten untuk mengetahui kondisinya. Sebab informasi awal elang ini sakit pada bagian sayap kiri. Tapi saat kami lihat kondisinya sudah membaik," tukasnya.

Berdasarkan set monitoring yang dilakukan BKSDA Jatim, hanya terdapat kurang lebih 10-13 ekor Elang Jawa di Jatim.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Kalau sesuai dengan set monitoring kami, kurang lebih hanya ada 10 sampai 13 ekor saja. Tapi kalau di set monitoring lain seperti Bromo Tengger, Taman Hutan Raden Suryo, kami kurang tahu," ujarnya.

Elang Jawa merupakan spesies hewan yang hidup di lereng-lereng pegunungan dan dataran rendah.

"Biasanya beraktivitas di lereng pegunungan dan tersebar di Pulau Jawa-Bali dan terakhir kali ada di pulau Bali," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.